Ingat Karateka Cilik yang Pilih Kalah Dibanding Harus Lepas Jilbab? Ini Penjelasan Penyelenggara


ingat-bocah-yang-memilih-kalah-daripada-lepas-jilbab-begini-penjelasan-penyelenggara-cover

SURATKABAR.ID – Beberapa hari terakhir ini, social media diramaikan dengan kisah seorang anak dari Jawa Timur yang disuruh melepaskan jilbabnya saat mengikuti kejuaraan karate.

Anak tersebut bernama Auliya, perwakilan karateka yang berasal dari SMP Islam Terpadu (SMPIT) Harapan Umat Ngawi. Kisah ini viral setelah gurunya yang bernama Janan Farisi mengunggah kisah anak didiknya tersebut di Facebook.

Janan Farisi menyebutkan jika dalam kejuaraan tersebut Auliya diinstruksikan untuk melepaskan jilbab dan karena tidak mau menurut, akhirnya atlet tersebut didiskualifikasi. Dalam unggahan tersebut, sang guru juga mengupload foto Auliya yang berusaha tersenyum meskipun matanya mengatakan lain.

Namun, Pengayoman, selaku Ketua Federasi Cabang Olahraga Karate-do Indonesia (Forki) untuk cabang Magetan menyatakan jika tidak pernah juri dan panitia dari ejuaraan Karate Piala Bupati Magetan 2016 tersebut menginstruksikan Auliya untuk melepaskan jilbabnya saat bertanding.

“Berita itu tidak benar. Yang benar adalah dewan juri dan wasit telah menyuruh Auliya untuk mengganti jilbabnya dengan jilbab yang sesuai standar kejuaraan karate yang telah ditetapkan sesuai aturan secara nasional dan internasional. Jadi bukan melepasnya,”  jelas Pengayoman saat dihubungi pada Senin (26/12/2016), dilansir dari Republika.co.id.

Pengayoman menjelaskan lebih lanjut jika Auliya tidak didisfikualifikasi melainkan mengundurkan diri. Meskipun begitu, Pengayoman belum tahu dengan alasan mengundurkan diri yang diajukan oleh Aulia, apakah karena inisiatifnya sendiri ataupun diambil oleh official.

Semua peraturan yang terdapat di pertandingan tersebut sebelumnya telah disetujui pada saat technical meeting sehari sebelum kejuaraan dihelat. Kejuaraan sendiri sudah digelar pada 22 sampai 24 Desember.

Saat ini, Pengayoman meminta klarifikasi dari para dewan juri yang memimpin jalannya pertandingan tersebut. Selain meminta klarifikasi, pihaknya juga sedang mengumpulkan data-data terkait kasus yang saat ini sedang viral tersebut.