Terungkap! Ternyata Inilah Pencetus Awal “Om Tolelot Om” Yang Kini Bikin Geger Dunia


lucunya-media-asing-saat-coba-terjemahkan-om-telolet-om-rev-1

SURATKABAR.ID “Om Tolelot Om!” ya kalimat ini mendadak menjadi tren baru bukan saja di Indonesia, namun juga di dunia. Saat ini kegiatan meminta klakson dari bis yang melintas ini bukan sekedar kegiatan iseng di pinggir jalan.

Melainkan kini sudah menjadi tren tersendiri, bahkan sudah menjangkiti banyak tokoh penting dunia, seperti mantan presiden Amerika Serikat Barrack Obama misalnya.

Om Telolet Om” mendadak menjadi trending topic di media sosial bahkan sampai mendunia. Tapi, tahukah anda bagaimana telolet ini bermula di Tanah Air?

Dilansir dari Suara Surabaya.net, pengguna telolet pertama ternyata diklaim oleh PO Efisiensi.

Dan si pemilik PO awalnya menyebut bunyi klakson khas itu sebagai tolelot bukan telolet. Bus Efisiensi ini diketahui salah satu moda transportasi yang banyak beroperasi dari atau ke daerah wilayah Jawa Tengah.

Syukron Wahyudi Manajer Komersil PO Efisiensi menjelaskan awalnya penggunaan klakson telolet ini terinspirasi dari bus di Arab Saudi yang pertama didengar Teuku Eri Rubiansah pemilik PO Efisiensi. Saat pulang, Eri memasangnya di bus miliknya dengan trayek Purwokerto-Yogyakarta.

Tapi awalnya, lanjut dia, klakson ini ternyata malah direspons negatif karena suaranya yang dinilai terlalu keras. Sampai-sampai, pihak PO meminta sopir-sopir mereka tidak membunyikan klakson itu di tempat-tempat tertentu karena masyarakat tidak terima dengan bunyi itu.

po-efisiensi-sdd

Namun mulai disukai sekitar tiga empat tahun terakhir ini karena mulai banyak PO-PO yang juga menggunakan.

“Di beberapa daerah tertentu malah orang-orang minta klaksonnya dibunyikan. Kita merasa bangga juga, karena bisa dibilang kita yang pertama yang pakai klakson tiga corong,” kata dia.

Sementara itu, Zaenal Arifin dari Bismania Community yang juga dianggap sebagai salah satu trend setter “Om tolelot om,” ini mengklaim kalau kebiasaan meminta klakson itu dimulai dari kebiasaan para penggemar bus yang sering memotret bus.

“Ini sebagai bentuk balasan, sopir bus biasanya kasih dim atau kasih klakson, ya sebagai langkah saling menghormati lah, antara kami penggemar bus dan bus nya sendiri, ” katanya.

Kini tren ini bukan hanya jadi urusan para penggemar bus saja, karena pemerintah rupanya juga sudah mulai memberlakukan berbagai regulasi terkait klakson unik ini.

Bahkan beberapa daerah kini rajin menggelar razia terkait penggunaan klakson yang menurut sebagian pihak tidak standar ini.

Nah, kalau anda sendiri pembaca, bagaimana menanggapinya? Sudahkan anda ikut “telolet’” juga? Hehehe…