Tidak Hanya Ahok, Sanusi Juga Menangis di Pengadilan


H
H

SURATKABAR.ID – Beberapa waktu lalu, masyarakat sempat dibuat heboh oleh tangisan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam sidang perdananya. Saat itu, Ahok yang menyandang status tersangka kasus dugaan penistaan agama, menangis saat membacakan nota keberata dan menceritakan tentang keluarga angkatnya.

Ternyata, tak hanya Ahok, Mohamad Sanusi juga menganis di pengadilan. Sanusi yang menjadi terdakwa kasus dugaan suap Raperda reklamasi dan pencucian uang menangis ketika membacakan nota pledoi atau pembelaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.

Sanusi mengaku dirinya teringat sosok ibundanya yang telah meninggal saat dirinya masih menjalani proses hukum terkait kasus dugaan suap tersebut. Itulah kenapa ia menangis saat membaca nota pembelaan tersebut.

“Karena cerita orang tua, ibu tadi. Ya kamu punya orang tua kamu teringat lagi, bagaimana?” jelasnya usai persidangan, seperti yang dilansir kompas.com.

Menurut Sanusi, nota pembelaan yang dibacakannya dipengadilan dibuat olehnya sendiri. Ia menghabiskan waktu tiga hari untuk membuat nota tersebut.

“Saya bikin sendiri. Pembelaan sendiri, enggak mungkin orang bikin pembelaan untuk saya,” tuturnya.

Dalam nota pembelaan tersebut, Sanusi menyebutkan sumber pendapatannya mulai tahun 2009 hingga 2016. Ia juga menjelaskan sejumlah aset miliknya yang dituding sebagai hasil pencucian uang oleh jaksa penuntut umum.

Sanusi, dalam nota pembelaannya, meminta agar aset yang telah disita tersebut bisa dikembalikan padanya karena tak ada kaitannya dengan kasus suap dan pencucian uang.

Mantan anggota DPRD DKI ini dituntut dengan hukuman 10 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum. Tuntutan tersebut dibacakan oleh jaksa pada persidangan yang digelar Selasa (12/12/2016) lalu.

Sanusi dituding terlibat dalam suap mengenai pembahasan peraturan daerah tentang reklamasi di pantai utara Jakarta. Ia juga didakwa telah melakukan pencucian uang lebih dari Rp 45 miliar.