Ungkap Kasus Narkoba Bisa Dapat Hadiah. Benarkah? Cek Ini!


download (1)

Narkoba, rasanya sudah sangat marak sekali di Indonesia, bahkan sampai-sampai dewasa ini pun ramai artis memakainya, namun kita harus acungi jempol juga bagi orang-orang yang tetap berjuang mengungkap kasus-kasus narkoba di negeri ini.

Masyarakat atau anggota TNI yang berhasil mengungkap kasus narkoba, termasuk menyerahkan tersangka dan barang bukti akan diberi penghargaan uang senilai Rp 1,5 juta. Hal itu dikatakan Kasat Narkoba Polres Boyolali AKP Erwin Darminta, mewakili Kapolres Boyolali AKBP Budi Sartono, saat kegiatan Penyuluhan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba, kepada anggota TNI Kodim 0724 Boyolali, Senin (23/11/2015).

Menurutnya, penghargaan berupa nominal sejumlah uang tersebut merupakan bentuk penghargaan kepada mereka yang turut membantu kepolisian dalam narkoba di masyarakat. “Kalau ada barang bukti dan tersangkanya, anggota TNI atau masyarakat yang mengungkap kasus narkoba akan kami beri penghargaan,” kata Erwin.

Dengan peran aktif mayarakat dan anggota TNI, imbuhnya, hal tersebut dinilai bisa membantu tugas polisi dalam menekan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di masyarakat. Selama ini, modus peredaran narkoba di Boyolali terbilang cukup lihai dan licin.

Transaksi atau distribusi biasanya tak dilakukan secara langsung atau tatap muka, bisa dikirim langsung ke alamat rumah, diletakkan di bawah batu, tiang listrik, atau di tempat tersembunyi lainnya. Sementara yang bertransaksi biasanya tak pernah bertemu langsung, tapi menggunakan telepon. “Narkoba yang paling banyak beredar di Boyolali adalah ekstasi dan sabu,” katanya.

Dalam pemberantasan narkoba, Erwin menegaskan pihaknya tak main-main. Tiap kasus akan ditelusuri untuk membongkar jaringan. Dalam penungkapan di wilayah beberapa kasus, berawal dari pemakai, pihaknya bisa membongkar kurir dan pengedarnya.

Tercatat sepanjang tahun 2015 ini, Polres Boyolali berhasil mengungkap 17 kasus narkoba dengan jumlah tersangka sebanyak 18 orang. Sebanyak 16 tersangka sudah dilimpahkan kasusnya ke Kejari Boyolali, sedang dua lainnya saat ini masih dalam penyidikan. “Dari seluruh kasus, tidak ada siswa atau anak siswa sekolah yang terlibat,mereka tidak tersentuh peredaran narkoba,” jelasnya.

Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0724 Boyolali, Mayor (Inf) Setyadi Kuncoro Dewo menambahkan, agar bisa efektif membantu kepolisian dalam memberantas narkoba, anggota TNI juga perlu tahu tentang jenis serta modus peredaran narkoba atau obat-obatan terlarang lainnya. “Kalau kita punya gambarannya, maka anggota bisa lebih efektif dalam membantu kepolisian memerangi narkoba,” tandasnya.