Selain Aleppo, Ada 5 Tragedi Kemanusiaan yang Luput dari Perhatian


aleppo

SURATKABAR.ID – Perhatian dunia kini tengah tertuju pada kekejian yang dialami rakyat Aleppo. Penderitaan mereka seakan tak pernah ada habisnya.

Tak sedikit wanita bahkan tubuh-tubuh mungil tak berdosa yang menjadi korban bom yang sengaja di jatuhkan di pemukiman penduduk. Beberapa yang beruntung berhasil mengungsi dan menyelamatkan diri.

Namun, perjalanan mereka untuk menyelamatkan diri pun banyak yang berakhir tragis layaknya Alan Kurdi yang meninggal dan tersapi ombak ketika menyebrang menuju Yunani.

Ternyata bukan hanya bocah suriah yang harus menjalani hidup penuh kengerian. Masih banyak bocah tak berdosa lainnya yang harus menjalani kehidupan serupa. berikut daftarnya.

Mengungsi dari Sudan Selatan

Perpecahan yang terjadi di ibu kota Sudan Selatan, Juba, sejak Juli 2016 silam menyebabkan banyak warga harus mengungsi untuk menyelamatkan diri.

Jutaan orang mengungsi melalui hutan dan semak belukar selama berhari-hari tanpa makanan dan air. Tak sedikit dari mereka yang harus kehilangan sanak familinya karena beratnya medan yang harus ditempuh.

bocah-sudan

Kelaparan di Yaman

Perang antara pasukan yang loyal pada pemerintahan Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi dan kelompok yang memihak pemberontak Houthi memberikan dampak memilukan bagi Yaman, negara paling miskin di Arab.

Ribuan orang tewas dan puluhan ribu yang terluka sejak Maret 2015 silam. Tak hanya itu, anak-anak yang masih tersisa harus menderita akibat bencana kelaparan yang berkepanjangan.

bocah-yaman

Kelaparan di Nigeria

Tinggal kulit dan tulang, mungkin itulah kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi anak-anak di Nigeria. Sedkitnya 75.000 anak Nigeria terancam mati kelaparan dalam beberapa bulan ke depan.

bocah-nigeria

Kelaparan di Somalia

Tak jauh berbeda dengan Nigeria, jutaan anak-anak di Somalia mengalami malnutrisi akibat minimnya makanan yang tersedia. Banjir bandang, minimnya curah hujan, serta konflik yang terjadi makin memperburuk kondisi ini.

bocah-somalia

Libya, Turki, Afghanistan, dan Irak

Serangan teror dari ISIS seakan tiada hentinya di negara-negara ini. Akibatnya, banyak anak-anak yang menjadi korban konflik dan mengalami penderitaan tanpa ujung. Bahkan, muncul dugaan ISIS akan meningkatkan kekuatannya di negara-negara tersebut.

Penderitaan yang tak seharusnya di alami ini, harusnya mendapatkan perhatian lebih agar tragedi kemanusiaan segera usai.