Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Sembako Melambung


    pasar

    SURATKABAR.ID – Menjelang Natal dan Tahun Baru, bukan hanya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang jadi perhatian masyarakat. Harga bahan pokok pun cukup membuat pening.

    Seperti tahun-tahun sebelumnya, menjelang Natal dan Tahun baru harga kebutuhan bahan pokok melambung tinggi. Bahkan, beragam sayuran pun ikut mengalami kenaikan harga.

    Speerti dilansir detik.com, Nana Suryana, salah satu pedagang sayur di Pasar Senen, menyebutkan bahwa harga beragam sayuran mengalami kenaikan. Namun, lagi-lagi cabai rawit mengalami lonjakan harga tertinggi.

    “Kalau ditanya naik apa nggak nih mau akhir tahun, saya bilang semuanya naik. Cabai naik, tomat naik, terong naik, kentang juga naik. Semuanya bisa dikatakan naik, kalau nggak naik ya tetap, yang turun di saya cuma satu, bawang merah saja,” tutur Nana speerti dilansir detikFinance.

    Nana memberikan beberapa contoh kenaikan harga, seperti terong yang sebelumnya Rp 10.000/kg kini dibanderol dengan harga Rp 14.000/kg. Tomat kini dibanderol Rp 13.000/kg dari sebelumnya 10.000/kg. Sementara wortel dihargai Rp 12.000/kg dari harga sebelumnya Rp 10.000/kg.

    Namun, kenaikan tertinggi dialami cabai rawit hijau yang minggu lalu dipatok dengan harga Rp 60.000/kg kini mencapai Rp 70.000/kg. Begitu pula cabai rawit yang naik menjadi Rp 60.000/kg dari harga sebelumnya Rp 55.000/kg.

    Berbeda dengan bahan pokok lainnya, bawang merah yang sebelumnya dibanderol dengan harga Rp 40.000/kg turun menjadi Rp 35.000/kg.

    Sementara itu, Darus, pedagang sayuran lainnya, mengeluhkan kenaikan harga cabai yang cukup tinggi. Harganya yang cukup tinggi membuatnya tak dapat menyetok cabai sebanyak sebelumnya, karena pembeli pun tak membeli sebanyak sebelum harga cabai naik.

    “Cabai belinya sedikit saja, karena mahal, orang belinya sedikit-sedikit. Sehari saja paling habis 2 kg saja,” tutur Darus.

    Kenaikan harga bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru bukan hal yang asing lagi di Indonesia.