Tenaga Kerja China Masuk Indonesia, Mantan Sekretaris Menteri BUMN: Ini Penjajahan Ekonomi


pekerja-cina

SURATKABAR.ID – Sepanjang 2016, sedikitnya 1,3 juta warga Cina masuk ke Indonesia. Hal ini harusnya diwaspadai Pemerintah Indonesia karena dapat memberikan pengaruh buruk terhadap ekonomi Indonesia.

Mantan Sekretaris Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Muhammad Said Sidu, menyebutkan bahwa kerja sama antara Indonesia dan Cina ini tampak menguntungkan Cina, namun tidak bagi Indonesia.

Harusnya, menurut Said, kerja sama yang disebut akan mengundang banyak investor ini dapat meningkatkan ekonomi Indonesia, bukan Cina. Pemerintah sepertinya harus mengkaji ulang kerjasama ini.

“Ini permasalahan serius. Prinsipnya dia (Cina) sebenarnya harus gerakkan ekonomi Indonesia,” tegas Said seperti dilansir viva.co.id.

Sebelumnya beredar pernyataan bahwa tenaga kerja dari negeri Tirai Bambu ini dibutuhkan karena nilai upah yang murah. Namun, nyatanya para tenaga kerja ini malah menjadi momok dan menganggu ketenagakerjaan di Tanah Air.

“Ini penjajahan ekonomi. Kita lihat jika tenaga kerja asing masuk ke kota, tenaga kerja asing dari Cina justru masuk ke kampung-kampung, ini aneh,” tutur Said.

Untuk itu, menurut Said, seharusnya pihak terkait memeriksa izin tenaga kerja asing serta memeriksa izin perusahaan yang mempekerjakan tenaga asing.

“Ini yang jadi masalah, disnaker-disnaker di daerah kan memang rawan, karena betul-betul bawahannya bupati langsung. Bupati biasanya sangat dekat dengan pimpinan daerah dan inilah kondisi real di daerah saat ini,” bebernya.

Sebelumnya, Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie menyebut jika warga Cina merupakan warga negara asing paling banyak yang masuk ke Indonesia sepanjang 2016. Berdasarkan data yang dimilikinya, hingga 18 Desember 2016, sebanyak 1.329.857 masuk ke Indonesia, baik kunjungan wisata maupun untuk bekerja.

Angka yang naik dua persen dari tahun lalu ini, menurut Ronny karena adanya kemudahan masuk serta visa bebas kunjungan. Sehingga banyak warga Cina yang datang ke Indonesia, termasuk para pekerja.