Dua Kelompok Berbeda Ramai di Luar Ruang Sidang Ahok, Polisi Siaga


sidang-lanjutan

SURATKABAR.ID – Setelah Selasa (13/12/2016) lalu Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyampaikan nota keberatannya, kali ini giliran Jaksa yang akan menanggapi nota keberatan tersebut.

Sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok ini digelar di gedung bekas PN Jakarta Pusat di Jalan Gajah Mada seperti sebelumnya.

Dua kelompok massa berbeda membanjiri area di luar ruang sidang Ahok. Kelompok pertama yang mengenakan baju kotak-kotak dan atribut merah putih merupakan massa pendukung Ahok. Mereka membawa spanduk dan tulisan yang berisi permintaan agar Ahok dibebaskan.

Sementara itu, kelompok lainnya yang berada di sisi kiri gedung pengadilan membawa spanduk dan tulisan berupa teriakan untuk menangkap Ahok.

Untuk memastikan suasana tetap kondusif, polisi menjaga ketat dua kelompok massa yang memiliki tujuan berbeda ini. Beberapa polisi juga ditempatkan di beberapa titik menuju ruang sidang Ahok di lantai dua.

Tak jauh berbeda, tempat duduk di ruang sidang berkapasitas 80 orang tersebut juga telah terisi penuh oleh dua kelompok yang berbeda. 18 kursi panjang yang bisa diisi paling sedikit lima orang tersebut telah penuh sejak pagi.

Sebagian orang merupakan penonton dari pelapor kasus Ahok. Sementara yang lain merupakan relawan pendukung Ahok yang dikenal dengan Teman Ahok.

Sedikitnya 10 polisi dikerahkan untuk berjaga di dalam ruang sidang. Mereka berjaga di bagian belakang dan sisi kiri ruang persidangan.

Hari ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan menanggapi nota keberatan (eksepsi) yang telah disampaikan Ahok dan pengacaranya pada sidang perdananya.

Pada sidang sebelumnya, jaksa telah mendakwa Ahok dengan dakwaan alternatif antara Pasal 165 huruf a KUHP atau Pasal 156 KUHP karena menilai Ahok telah melakukan penodaan terhadap agama dan menghina umat Islam serta para ulama.