Kepala Sekolah yang Dipecat Ahok Menangkan Gugatan di Tingkat MA


retno

SURATKABAR.ID – Retno Listyarti, Mantan Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Jakarta, yang  mendadak dipecat oleh Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta pada Mei 2015 silam berharap putusan Mahkamah Agung segera dilaksanakan.

Kini, Rento masih menunggu salinan putusan MA atas gugatan yang diajukan Dinas Pendidikan DKI Jakarta terhadap surat keputusan pemecatannya. Ia menganggap bahwa keputusan MA ini sudah inkracht.

“Kalau nanti pemerintah mengeksekusi, maka saya beri penghormatan setinggi-tingginya,” tutur Retno seperti dilansir tempo.co.

MA telah memenangkan semua gugatan Retno yang berupa pembatalan Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nomor 335 Tahun 2015 tentang pencopotannya sebagai kepala sekolah.

Ia berharap, selain pencabutan surat keputusan ini, pemulihan nama baiknya sebagai PNS juga harus dilaksanakan. Hal tersebut, menurut Retno karena sangat berpengaruh terhadap kepangkatan dan pensiunnya.

Meski begitu, Retno mengatakan dirinya tak lagi ingin menjabat sebagai Kepala Sekola SMA Negeri 3 Jakarta.

Masalah yang terjadi antara Retno dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta ini berawal dari pencopotannya secara mendadak oleh Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta pada Mei 2015 silam.

Retno dianggap telah melanggar tata tertib karena menghadiri sebuah acara talkshow di stasiun televisi swasta saat pelaksanaan ujian nasional.

Karena alasan yang dianggapnya kurang logis tersebut, Retno menggugat. Gugatan Retno dikabulkan oleh majelis hakim PTUN Jakarta pada 7 Januari 2016 lalu. Majelis hakim juga menolak pembelaan dari Dinas Pendidikan Jakarta.

Kala itu, Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) juga sempat menanggapi kemenangan Retno di pengadilan.

“Emang putusan PTUN bisa eksekusi? Kalau kita enggak mau balikin dia jadi kepala sekolah boleh enggak? Hanya kita kok. Besok kalau aku copot (pejabat DKI lainnya) oasti ada yang gugat aku ke PTUN,” ucap Ahok kala itu kepada wartawan seperti dilansir tempo.co.