Mengenang Tragedi Dukun Santet 1998, Ulama dan Guru Ngaji jadi Korban


ninja

SURATKABAR.ID – Tragedi Santet 1998 memang hampir 20 tahun berselang. Namun, masih banyak misteri dibaliknya yang tak terpecahkan hingga kini. Pembantaian yang menewaskan banyak nyawa tanpa alasan jelas menimbulkan beragam tanda tanya yang entah dimana jawabannya.

Peristiwa terjadi di awal tahun 1998 ketika Banyuwangi dilanda isu dukun santet. Ratusan orang yang dituding memiliki ilmu hitam dan dukun santet tewas dibantai dengan sadisnya.

Tak terhitung berapa banyak nyawa melayang karena isu yang tak jelas asal-usulnya tersebut. Hampir tiap hari dilaporkan ada kasus kematian. Anehnya, isu pembunuhan yang beredar di bulan Februari ini tiba-tiba mereda.

Namun, isu kembali memanas di bulan Juli 1998. Puncaknya di bulan Agustus 1998, pembantaian besar-besaran terjadi. Eksekusi kebanyakan dilakukan malam hari oleh pelaku yang disebut ninja.

Pelaku pembantaian ini mengenakan pakaian serba hitam dengan wajah yang juga tertutup rapat dan hanya bagian mata yang terbuka.

Abdillah Rafsanjani, Tim Pencari Fakta Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (TPF PCNU) Banyuwangi, memberikan kesaksiannya mengenai kasus tersebut.

Menurutnya, rentetan kasus ini cukup sistematis. Sebelum pembunuhan terjadi, listrik yang bersumber dari PLN mati selama beberapa detik. Ketika listrik kembali menyala terjadilah pembunuhan di hampir semua wilayah.

Hal ini tentu sangat aneh, matinya listrik selama beberapa detik seakan disengaja untuk memberi kesempatan para pembunuh untuk bersiap.

Kasus pun meluas, tak hanya dukun santet, para ulama, guru ngaji, pemuka agama, pengelola pondok pengajian, bahkan ketua RT dan RW pun menjadi korban pembantaian ini.

Keanehan-keanehan yang terjadi ini mungkin terjawab dengan pemaparan Suhailik, seorang sejarawan Banyuwangi. Ia memaparkan bahwa pembantaian ini sengaja dilakukan untuk menjatuhkan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang ketika itu kerap mengkritik Pemerintahan Orde Baru.

Suhailik juga menyebut pembantaian tersebut sebagai operasi naga hijau yang diduga melibatkan militer. Sayangnya, hingga kini teka-teki pembantaian dukun santet yang meluas ini tak dapat terpecahkan karena ketiadaan bukti.