Salah Lakukan Gerakan Salam Saat Shalat, Sinetron Anak Jalanan Kembali Ditegur KPI


anak-jalanan

SURATKABAR.ID – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kembali menunjukkan ketegasannya dalam menindak kesalahan-kesalahan dalam penyiaran. Kali ini, Sinetron ‘Anak Jalanan’ kembali mendapatkan peringatan tertulis dari KPI.

Melalui situs resmi kpi.go.id peringatan tertulis bertanggal 1 Desember 2016 tersebut menyebut bahwa sinetron Anak Jalanan tak sesuai dengan ketentuan mengenai penghormatan mengenai nilai-nilai agama.

Tayangan yang dimaksud KPI merupakan Program Siaran Anak Jalanan yang ditayangkan RCTI pada tanggal 15 November 2016 pukul 18.23 WIB lalu.

“Program tersebut menampilkan adegan seorang wanita sedang sholat yang mengesankan melakukan gerakan salam yang keliru, yakni dari kiri ke kanan.” tulis peringatan tersebut.

Surat peringatan bernomor 1019/K/KPI/12/16 ini menerangkan bahwa kegiatan salam saat shalat yang salah tersebut menimbulkan keresahan masyarakat dan melanggar SPS KPI Tahun 2012 Pasal 6 Ayat (1) terkait ketentuan penghormatan terhadap nilai-nilai agama.

KPI berharap, surat peringatan ini bisa menjadi perhatian seluruh tim produksi sinetron Anak Jalanan agar tak mengulangi kesalahan yang sama, terlebih dengan unsur agama.

Sebelumnya, pada 12 Februari 2016 silam Sinetron Anak Jalanan juga pernah mendapatkan teguran tertulis dari KPI terkait tayangan pada tanggal 22 Januari 2016 pada pukul 19.28 WIB.

Dalam tayangan tersebut diatmpilan dua orang pria yang melakukan freestyle menggunakan motor. Adegan lain menunjukkan 3 orang pria yang kejar-kejaran menggunakan motor dengan kecepatan tinggi di jalan raya.

Tayangan tersebut, menurut KPI Pusat dapat memberikan dampak negatif dan berpotensi ditiru oleh penonton yang sebagian besar remaja.

Dalam peringatan tersebut, Sinetron Anak Jalanan dinilai telah melanggar perlindungan remaja dan penggolongan program siaran.

Bahkan, KPI menulis bahwa pihaknya menerima beragam keluhan dari masyarakat mengenai tayangan Anak Jalanan yang dapat mempengaruhi perilaku anak-anak dan remaja. Peringatan ini, tentu menjadi evaluasi baik bagi tim produksi maupun penonton.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaKorban Terus Berjatuhan, Jogja Darurat “Klitih”
Berita berikutnyaTerungkap! Pelaku Pembantaian Siswa SD di NTT Berjumlah 8 Orang