Curhat Soal Gaji di Facebook, Wanita Pencakar Polisi Dibully


curhat-dora

SURATKABAR.ID – Dora Natalia menjadi terkenal akibat video ngamuk dan mencakar Polantas yang viral di dunia maya. Akibatnya, netizen penasaran dengan sosok wanita yang mengaku sebagai pegawai MA tersebut.

Rasa penasaran netizen bermula ketika akun Instagram @infocegatan_jogja mengunggah sebuah video berisi wanita yang mengamuk dan mencakar seorang Polantas karena menganggap polisi tersebut menyebabkan macet.

Dalam postingan tersebut, disebutkan peristiwa ini terjadi pada Selasa (13/12/2016) pada pukul 09.00 WIB. Tak berselang lama, video ini juga diunggah ke Facebook oleh Firman Perdana Putra.

Tak ayal, video ini pun menjadi viral dan banyak diperbincangkan. Tak sedikit yang berkomentar ataupun membagikan video tersebut.

Setelah ditelusuri, wanita dalam video tersebut adalah Dora Natalia Singarimbun, pegawai Mahkamah Agung (MA). Dari sini, netizen mulai mencari-cari akun media sosial milik Dora. Akibatnya, salah satu curhatan Dora mengenai gaji pun menjadi sasaran netizen untuk membullynya.

“Besok sdh gajian kurang lebih 3 jutaa.. saldo rekening 4jt.. tapi bakal di debet bayar cicilan rumah 3,7juta..gaji yg masuk .. bayar wang skul.. 1 jt gaji k fera 1 jt… sisanya belanja bulanan…. remun yg masuk 8 juta … blom bayar mobil 3,2 jt … blom byr bjb syariah 4,5 juta…manaalaaah cukup FB…. tolong dooong di share siapa yg mau bantuin gue ….btw… gue ada job sampingan kooq ad GrAB DriVer… anak mama yg ganteeng mulai besok mam mu ini pulang kantor ngegrab yaahhh….” tulis Dora pada 27 Oktober silam.

Postingan yang bisa dibilang sudah lawan ini kemudian diserang netizen dengan beragam komentar pedas.

“Udah jd artis karbitan sampean bu haaahaaahaaa,” tulis akun Liu Wei.

Tak hanya menyindir Dora yang mendadak terkenal dan menjadi perbincangan netizen, salah satu komentar juga menyebut bahwa Dora tengah kesurupan hingga berbuat sedemikian rupa di video tersebut.

“Kesurupannn ya bu, sampek segitu nya tingkah nya ngadepin polisi….” tulis akun Nufita Dian.

Kini kasus pencakaran tersebut masih dalam proses penyelidikan.