Terungkap, Ini Doktrin yang Diberikan kepada Dian, Sang ‘Pengantin’ Bom B***h Diri


terungkap-ini-doktrin-yang-diberikan-kepada-dian-sang-pengantin-bom-b***h-diri-cover

SURATKABAR.IDDensus 88/Anti Teror pada Sabtu (9/12/2016) berhasil meringkus empat orang yang diduga sebagai pelaku teroris. Para teroris tersebut diduga sedang merencanakan bom b***h diri dengan sasaran istana negara dan tempat-rempat umum.

Dari ketiga pelaku yang berhasil dibekuk oleh Densus 88, ada seorang perempuan bernama Dian Yulia Novi yang akan menjadi ‘pengantin’ bom b***h diri untuk menyerang negaranya sendiri. Rencananya, bom b***h diri tersebut akan diledakkan pada pergantian petugas Paspampres dalam waktu dekat ini.

Mengenai hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) akhirnya buka suara. Melalui KH Cholil Nafis selaku Ketua Komisi Dakwah, menjelaskan jika menjadi ‘pengantin’ aksi terorisme merupakan tindakan yang sangat bertentangan dengan ajaran agama islam.

“Ini perkembangan baru yang sangat bertentangan dengan islam,” papar KH Cholil pada Minggu (11/12/2016) seperti yang tercantum di Tribunnews.com.

Tindakan yang dilakukan oleh para pelaku terorisme ini sungguh salah kaprah. Melalukan pembunuhan adalah sesuatu yang bertentangan dengan ajaran agama. Ditambah lagi menjadikan wanita sebagai korbanya. KH Cholil menjelaskan jika wanita tidak diwajibkan untuk ikut perang, apalagi ikut dalam aksi terorisme.

Setelah penangkapan terhadap para pelaku, polisi akhirnya mendapatkan keterangan yang cukup mengejutkan. Para terduga teroris yang dicokok oleh pihak yang berwajib tersebut adalah jaringan dari ISIS, kelompok teroris dari Suriah.

“Mereka termotivasi, jadi judulnya Daulah Islamiyah,” kata Kombes Pol Awi Setiyono saat jumpa pers pada Minggu (11/12/2016), dikutip dari Detik.com.

Para terduga teroris tersebut sebelumnya telah didoktrin sedemikian rupa oleh ISIS untuk membuat kerusakan di Tanah Airnya sendiri. Doktrin yang diberikan oleh kepada para pelaku teroris tersebut menyangkut keyakinan ‘amaliyah’.

“Yaitu kalau kalian belum mampu ke Suriah, (maka hendaknya kalian) membuat amaliyah di negeri masing-masing semampunya. Itulah yang memotivasi mereka, dan ini hasil dari proses penyidikan tadi malam, pemeriksaan intensif terhadap pelaku,” kata Kombes Awi.

Saat ini pihak kepolisian masih terus memburu seorang tersangka lainnya berinisial BN yang tidak lain adalah Bahrun Naim. Bahrun Naim ini ternyata merupakan otak dari pengeboman yang akan dilakukan di istana presiden.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaIni Wasiat Marie Muhammad Pada Anaknya
Berita berikutnyaIngat Foto Bocah Ini? Ternyata Ada Kisah Mengharukan Tentang Keluarganya