Soal Guru Muhammadiyah Purbalingga, Begini Respon Mengejutkan Ahok


1618576ahoksoal780x390

SURATKABAR.ID Calon gubernur DKI Jakarta nomor pemilih dua, Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok, memaafkan guru SMP Muhammadiyah 1 Purbalingga, Jawa Tengah, Jumanto.

Ahok tidak akan mempersoalkan guru itu, yang membuat soal ujian yang menyinggung kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok.

“Saya sudah memaafkan guru SMP Muhammadiyah itu, tidak perlu diperpanjang. Apalagi dia sudah mengakui bahwa tidak ada unsur kesengajaan, tapi karena capek,” kata Ahok melalui keterangan resminya, seperti dilansir dari Kompas.com, Sabtu (10/12/2016).

Ahok juga merasa tak pernah melakukan hal seperti yang tertulis dalam soal ujian yang dibuat Jumanto itu sehingga Ahok berpikir permasalahan tersebut sudah selesai.

Jumanto sendiri telah menyampaikan surat permintaan maafnya kepada Ahok terkait soal yang dibikinnya.

Dalam salah satu soal ujian berbentuk pilihan ganda yang dibuatnya ada pertanyaan “Siapakah nama calon Gubernur Jakarta yang melecehkan Alquran saat ini?” Nama Ahok tertulis sebagai salah satu pilihan jawaban.

Lembaran soal ujian itu pun  menjadi perbincangan menghebohkan di media sosial.

Ahok berharap agar setiap guru memiliki persepsi yang sama untuk memberikan teladan yang baik bagi seluruh anak didik.

“Saya meminta guru-guru memiliki persepsi yang sama dalam mendidik anak-anak di sekolah. Terima kasih kepada Pak Jumanto yang sudah mendidik dan menjadi guru karena setiap anak harus mendapatkan hak yang sama dalam pendidikan,” kata Ahok.

Sebelumnya, asus dugaan penistaan agama yang dituduhkan kepada Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama rupanya terbawa hingga ke soal ujian sekolah. Kasus ini menjadi salah satu soal yang diujikan di Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 1 Purbalingga.

Dalam soal nomor 48 ujian mata pelajaran tarikh tersebut, ditanyakan: “Siapakah nama calon Gubernur Jakarta yang melecehkan Al-Quran saat ini?” Soal pilihan ganda itu menyediakan jawaban: a. Paijo b. Ahik c. Ken Arok d. Basuki (ahok).

Ujian pelajaran tarikh atau sejarah itu adalah untuk kelas IX dan dilaksanakan pada Jumat, 2 Desember 2016. Ada 50 soal pilihan ganda dan lima soal dengan jawaban terbuka.

Ketua Majelis Pendidikan, Dasar, dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Purbalingga menerangkan dia baru mengetahui kejadian itu pada Senin, 5 Desember 2016. Mengetahui hal tersebut, dua hari setelah itu, Sukamto melayangkan surat teguran kepada Jumanto, guru yang membuat soal tersebut.

“Ini dilakukan oleh guru tersebut karena gurunya mungkin belum berpengalaman dan kurang memahami situasi. Yang bersangkutan sudah membuat surat pernyataan minta maaf tertulis,” katanya seperti dikutip dari Tempo, Jumat, (09/12/2016).

  http://credit-n.ru/zaymyi-next.html


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaWikiLeaks Ungkap Keluarga Erdogan Ternyata Punya Hubungan Begini Dengan ISIS
Berita berikutnyaHeboh, Deretan Kasus Kejahatan Yang Menggemparkan Indonesia Di 2016