Memprihatinkan, Inilah 5 Kasus Kedokteran Teraneh Sepanjang 2016


000paramedicgambarSURATKABAR.ID – Paramedis bertugas mempersiapkan perawatan gawat darurat segera, krisis intervensi, stabilisasi penyelamatan hidup, dan mengangkut pasien yang sakit atau terluka ke fasilitas perawatan gawat darurat dan bedah seperti rumah sakit dan pusat trauma bila memungkinkan.

Kedokteran (bahasa Inggris: medicine) adalah ilmu dan praktik dari diagnosis, pengobatan, dan pencegahan penyakit. Kata medicine berasal dari bahasa Latin medicus, yang berarti “dokter”.

Tak hanya sekadar batuk, pilek atau diare saja. Dalam dunia kedokteran, kerap juga ditemukan penyakit atau kondisi yang terbilang aneh dan abnormal. Bahkan meski pun orang yang bersangkutan telah menjalani pola hidup sehat, terkadang penyakit tetap saja tak dapat dihindari. Di satu sisi, teknologi yang menyokong ilmu kedokteran telah semakin maju. Telah ditemukan banyak obat, vaksin dan solusi bagi berbagai penyakit serta kondisi kesehatan. Namun entah bagaimana, muncul juga berbagai penyakit langka lainnya yang menunggu untuk dipecahkan.

Hal ini dapat diketahui dari publikasi dokumen laporan kasus dalam dunia kedokteran di tiap tahunnya. Laporan kasus hakikatnya ditujukan untuk keperluan penelitian ilmiah. Ini berfungsi untuk membantu rekanan dokter lainnya, yang mungkin saja menemukan gejala yang sama di masa depan. Laporan kasus bukan hanya berguna bagi tim paramedis dan kedokteran saja. Masyarakat awam pun dapat menambah pengetahuan dan memperluas wawasannya seputar misteri organ tubuh manusia dan kehidupan.

Sepanjang tahun 2016, dunia medis pun menemukan beberapa kasus aneh dan penyakit/ kelainan yang terbilang langka. Berikut uraiannya seperti dikutip dari lipsus.kompas.com (09/12/2016).

Fetus in Fetu, Janin Mengandung Janin

Fetus in Fetu adalah kondisi dimana salah satu janin kembar yang dikandung oleh seorang ibu terjebak di dalam saudara kembarnya. Ini merupakan sebuah kondisi dimana seorang janin dalam kandungan ‘membungkus’ kembarannya. Kembaran yang dikandung oleh janin yang lebih dominan kemudian tumbuh sebagai parasit di dalam tubuh kembarannya, menyerap kehidupan dan makanan dari inangnya. Janin ini tidak memiliki otak (anancephalic), wujudnya dapat dikatakan ‘hampir’ menyerupai manusia, yang dalam beberapa kasus, ditemukan hanya memiliki otot, jemari, rambut, kuku, gigi.

Pada beberapa kasus, biasanya kedua kembar mati sebelum lahir. Namun ada juga salah satunya yang berhasil bertahan hidup. Contohnya terjadi pada Narendra Kumar, remaja laki-laki usia 18 tahun dari India. Setelah mengalami sakit perut yang aneh, kedua orang tuanya membawa Kumar ke dokter. Dari hasil diagnosa, ditemukan sesuatu yang aneh dalam perut Kumar. Operasi pembedahan pun dilakukan guna mengangkat janin kembaran Kumar yang telah mati di dalam perutnya.

“Dalam operasi panjang selama tiga jam, kami mengangkat massa bayi cacat yang memiliki rambut, gigi, kepala tidak berkembang, struktur tulang dada dan tulang belakang dengan banyak ketuban kekuningan seperti cairan dalam kantung. Secara teknis, janin masih hidup dan tumbuh karena aktivitas metabolisme dalam tubuhnya,” jelas dokter Rajeev Singh dari Rumah Sakit Swaroop Narayan, India (lipsus.kompas.com).

Kisah serupa juga pernah dialami oleh Sanju Bhagat yang pernah mencuat di tahun 1999 lalu. Hingga saat ini, telah ditemukan fetus in fetu sebanyak 200 kasus dari seluruh dunia. Dua sampai tiga kasusnya terjadi di India. Sebelumnya, Oktober lalu juga ditemukan janin cacat di dalam perut seorang anak berusia 4 tahun.

Bola Mata Yang Bengkak, Menonjol Keluar Dan Berdarah

Kasus memprihatinkan ini pun terjadi di India. Kondisi mata Sagar Dorji, bocah malang berusia 4 tahun ini membuat buka saja orang tuanya sedih dan kebingungan, melainkan seluruh dokter yang memeriksa kondisinya.

Kelainan ini berawal dari kedua matanya yang menjadi bengkak dan memerah tanpa sebab yang jelas. Hingga kelamaan bola matanya keluar dan mengeluarkan darah. Darah pun kelamaan menggumpal di sekitar pelupuk matanya, menutup penglihatan Sagar.

Hingga berita ini diangkat, para dokter masih belum dapat mendiagnosa apa persisnya penyakit yang diderita Sagar. Pemeriksaan laboratorium masih dilakukan. Sayangnya, orang tua Sagar tak mampu membayar biaya pemeriksaan sebesar 156 dollar AS atau sekitar Rp 2 juta. Pratim Dorji (35), ayah Sagar, hanya bekerja sebagai buruh tani.

Disebut-sebut, Biwasjit Barman yang adalah salah seorang aktivis sosial, ikut membantu mengumpulkan dana untuk perawatan Sagar Dorji. Ia mengharapkan pemerintah turut memberikan bantuan dana bagi kesembuhan Sagar.

Pica, Gangguan Makan Yang Menyebabkan Pengidapnya Melahap Pisau Tajam

Pernahkah Anda mendengar ada orang yang memakan material tidak lazim seperti tanah, pasir, lampu, genteng, puntung rokok bahkan kotoran hewan? Pola makan yang super aneh ini disebut pica. Pica bisa diidap oleh orang dewasa, ibu hamil dan rentannya adalah anak-anak. Gangguan pola makan ini disebabkan oleh gangguan mental/ kejiwaan pengidapnya. Stress, diet berlebih, masalah sosial ekonomi atau kecanduan tekstur tertentu pada mulut diduga adalah penyebab terjadinya eating disorder ini. Meski begitu, sebab persisnya masih menjadi misteri.

Salah satu kasus paling ekstrim baru-baru ini terjadi di India (lagi). Seorang pria harus dilarikan ke rumah sakit dan menjalani pembedahan dikarenakan kesukaannya melahap beraneka pisau tajam. Sekitar 40 buah pisau sudah ditelannya dalam waktu 2 bulan terakhir. Rekor pisau terpanjang yang dilahapnya bahkan mencapai ukuran 18 cm. Untung saja nyawanya masih dapat tertolong. Anehnya, hal itu membuatnya kesakitan sekaligus ketagihan.

“Tapi saya menikmati rasanya. Saya kecanduan, mirip seperti orang bisa kecanduan alkohol dan hal lainnya,” sebut pria itu kepada CNN.

Untuk menyembuhkan penderita Pica, dibutuhkan penanganan secara keseluruhan, meliputi pendidikan perilaku yang benar, lingkungan yang mendukung dan pendekatan keluarga. Pemberian hukuman juga cukup efektif untuk mengatasi kelakuan ‘nyeleneh’ penderita Pica. Pengidap Pica butuh sosok terapis, psikolog atau psikiater yang bisa mengatasi masalah kejiwaannya.

Beckwith Wiedemann Syndrome (BWS)

Gangguan ini merupakan kondisi pertumbuhan berlebih pada saat lahir yang ditandai dengan peningkatan resiko kanker pada neo-natal dan kelainan fitur tertentu. Bayi yang terlahir mengidap sindrom ini umumnya mengalami kelainan seperti lidah besar, tubuh besar atau anggota tubuh yang panjangnya tidak lazim.

Paisley Morrison-Johnson, bayi asal Dakota Selatan, Amerika Serikat, lahir dengan ukuran lidah dua kali lebih besar dari yang seharusnya. Kondisi itu membuat Paisley terlihat seperti sedang menjulurkan lidahnya. Ukuran lidahnya sudah seperti orang dewasa sehingga menyulitkannya untuk makan.

000bws

Manusia kecil itu terpaksa makan melalui pipa yang dipasang diperutnya. Setelah berusia enam bulan, dokter mulai khawatir Paisley tersedak makanan jika makan melalui mulut. Agar kembali normal, operasi pertama dilakukan dengan memotong bagian lidah yang berlebihan. Namun, lidahnya tumbuh dengan cepat dan kembali menjulur keluar dari mulutnya.

Operasi kedua pun kembali dijalani Paisley untuk mengurangi panjang lidahnya. Tim dokter berharap, ini adalah operasi terakhir untuk Paisley.

Oktober lalu, Paisley sudah berusia 16 bulan. Bersyukurnya, operasi kedua tersebut berhasil membuat Paisley bisa mengembangkan senyum dan dengan normal. Paisley kini sudah mulai belajar mengucapkan kata-kata.

Sacrococcygeal Teratoma, Tumor Yang Tumbuh Pada Tulang Belakang Janin

Sacrococcygeal Teratoma adalah tumor yang terbentuk sebelum kelahiran, yang tumbuh di bagian ujung tulang ekor janin. Kasus tumor ini lebih banyak ditemukan pada bayi perempuan, dengan perbandingan dialami sekitar satu dari 35.000 kelahiran.

Contoh kasus yang tidak biasa ini menimpa kehamilan anak ketiga dari Margaret Boemer. Ketika kehamilannya memasuki usia 16 minggu, hasil pemeriksaan dengan ultrasonografi menyingkapkan keanehan pada janin Margaret.

“Ini adalah jenis tumor yang paling sering ditemukan pada bayi baru lahir. Walau begitu, angka kejadiannya termasuk langka,” ujar dr. Darrell Cass, wakil direktur rumah sakit anak di Texas, Amerika Serikat, yang menangani kasus ini.

Menurut sang dokter, tumor sacrococcygeal sebenarnya bisa ditoleransi. Sebagian bayi baru dioperasi setelah dilahirkan. Tapi terkadang tumor tersebut mengganggu sirkulasi darah sehingga mengganggu pertumbuhan janin. Tumor ini sangat berbahaya karena ia tumbuh besar dengan menyedot aliran darah yang menuju bayi. Padahal, bayi juga sedang tumbuh, sehingga di dalam rahim terjadi pertarungan sengit.

“Terkadang tumornya yang menang dan jantung bayi tidak bisa mengakomodasi, sehingga terjadi gagal jantung yang berujung pada kematian,” ungkap Cass. Karena ukuran tumor terus membesar dan bayi mulai kekurangan pasokan darah, perkembangannya pun dipertaruhkan. Dokter kemudian menyarankan untuk melakukan operasi. Ini bukanlah pilihan yang mudah mengingat resikonya bukan saja komplikasi. Nyawa sang bayi pun menjadi taruhan.

Memasuki usia 23 minggu, tumor telah menyebabkan jantung bayi terganggu. Tak ada pilihan lain. Mereka harus melakukan operasi. Jika tidak, tumor akan mengambil alih keselamatan bayi mereka.

Operasi pun dilakukan saat janin berusia 23 minggu 5 hari. Ketika itu, ukuran tumor hampir sama besarnya dengan ukuran janin. Diperlukan waktu selama 5 jam untuk menyelesaikan proses pembedahan tersebut.

“Operasi pada janin kami lakukan sesingkat mungkin. Hanya sekitar 20 menit. Yang paling lama adalah membuka rahim, semuga harus sangat hati-hati agar kesehatan ibu tidak terganggu,” ungkap Cass yang adalah seorang profesor bedah obstetri ginekologi (ahli kesehatan wanita dan kandungan).

Cass menggambarkan tingkat kesulitannya. “Kami harus bekerja hati-hati, baik saat membuat sayatan dan menjahitnya lagi agar rahimnya tetap tertutup dengan rapat,” katanya.

Mengingat ukuran tumor sudah terlanjur sangat besar, dokter pun harus membuat sayatan yang tidak kecil. Bahkan, bayinya harus diangkat ke udara, sehingga bayi benar-benar sudah keluar dari rahim dan air ketubannya juga tumpah. Persis seperti sebuah persalinan.

Selain melibatkan dokter bedah dan dokter anak, terdapat dokter jantung yang memantau detak jantung janin selama operasi. Detak jantung janin sempat melambat bahkan hampir berhenti. Namun tim solid tersebut langsung melakukan tindakan. Setelah tumor berhasil dikeluarkan dari rahim, tim bedah lalu memasukkan kembali bayi ke dalam rahim kemudia menjahit rahim ibunya.

“Ini seperti keajaiban, bisa membuka rahim seperti itu dan menjahitnya kembali lalu semua bisa berfungsi kembali,” ungkap Cass takjub.

Meski harus melalui perjuangan hebat, menghabiskan sisa kehamilannya dengan beristirahat di tempat tidur dan tentunya rasa sakit yang luar biasa seusai operasi, Margaret Boemer akhirnya melahirkan melalui operasi caesar ketika bayi berusia 36 minggu.

Lynlee Hope, pejuang cilik itu lahir pada 6 Juni 2016 dengan bobot sekitar 2,3 kilogram. Ia termasuk sehat setelah apa yang sudah dilaluinya. Seusai Lynne lahir, di usia 8 hari dokter kembali melakukan operasi lanjut untuk mengangkat tumor yang mulai membesar yang belum bisa dijangkau pada operasi sebelumnya. Lynlee menjalani masa pemulihan sekitar seminggu di NICU sebelum akhirnya ia boleh pulang. Kini ia pun tumbuh sehat.