(Video) Bikin Ngakak, Penjual Sayur di Pasar Korea Selatan Ini Jago Banget Ngomong Bahasa Jawa


750xauto-video-viral-orang-korea-jago-ngomong-bahasa-jawa-ini-bikin-ketawa-geli-1612070

Saat banyak anak muda di negeri ini yang keracunan budaya K-Pop dan K-Drama, ternyata ada ibu-ibu penjual sayur di pasar di Korea Selatan yang malah fasih banget berbicara dalam Bahasa Jawa.

Hal ini dibuktikan dengan unggahan video dari seorang netizen bernama Muhammad Ali Psht Mbhilong di jejaring sosial Facebook.

Video dengan caption ‘Belanja kebutuhan dapur, sakit perutku, pintar sekali ngomong Bahasa Jawanya‘ langsung membuat banyak netizen terbengong dan langsung menjadi  viral di media sosial.

Banyak yang mengira kalau percakapan tesebut terjadi di Hong Kong ataupun Taiwan. Akan tetapi jika dilihat dari neon box serta tulisan di kardus dapat dipastikan video itu diambil di Korea Selatan.

Sebagai informasi tambahan, melihat akun pengunggah tersebut, sepertinya dia memang sudah lama tinggal di Korea Selatan. Ada juga yang berkomentar bahwa percakapan tersebut terjadi di sebuah pasar di daerah Gimhae, Busan.

Dan menurut keterangan si pengunggah video, si ibu yang fasih berbahasa jawa tersebut merupakan seorang wanita asal Vietnam.

Berikut adalah videonya yang dikutip Surat Kabar.ID, Rabu (07/12/2016)

https://youtu.be/m2In2aFEUjg

Berikut terjemahan isi percakapan dalam bahasa Jawa mereka:

Cowok: “Bisa ngomong Jawa.”
Cewek: “Kemiri satu lima ribu.”
Cowok: “Dikurangi lah.”
Cewek: “Dua sepuluh ribu.”
Cowok: “Delapan ribu dua.”
Cewek: “Ahhh, lima belas, dua puluh, dua puluh delapan, tiga puluh, tiga puluh lima.”

Cowok: “Tadi itu tiga ribu.”
Cewek: “Lima ribu Mas.”
Cowok: “Gadis yang tadi bilang tiga ribu.”
Cowok lainnya: “Itu yang besar.”
Cowok: “Ya sudah yang tiga ribu saja, jangan yang mahal-mahal.”
Cewek: “Tiga puluh tiga, tiga puluh lima.”

Cowok: “Masak kemiri lima ribu?”
Cewek: “Emang lima ribu Mas. “
Cowok: “Mericanya berapa? Lanjut ya sudah. Ulangi.” 
Cewek: “Dua puluh, dua lima, tiga puluh, tiga puluh tiga, tiga puluh enam, tiga puluh sembilan, empat puluh dua , empat puluh empat, empat puluh lima, lima puluh.”
Cowok: “Semua lima puluh ya?”
Cewek: “Lima puluh tujuh. “

Cowok lain: “Lima puluh lima.”
Cowok: “Besok balik lagi.”
Cewek: “Lima puluh tujuh.” 
Cowok: “Lima puluh. Terima kasih.”
Cewek: “Ok Terima kasih.”

Tampaknya memang kefasihan para pedangang di pasar ini berbahasa jawa tak terlepas dari banyaknya imigran asal Indonesia, khususnya dari Pulau Jawa yang bekerja di wilayah ini.

Berdialog dengan bahasa Jawa tentu membuat aktifitas perdagangan dan juga transaksi menjadi lebih lancar, apalagi kalau sama – sama ga paham bahasa Korea atau Inggris. Hehehe…