Kaploda Segera Usut Pengunggah Video Perpecahan TNI


penembak-tni-ad-berlaga-di-filipina-rebut-16-medali-emas

SURATKABAR.ID. Saat ini masyarakat sedang dihebohkan dengan sebuah video yang disebar melalui sosial media, dimana dalam video tersebut berisi kemarahan para petinggi TNI atas ditangkapnya  Adityawarman Thaha dan Kivlan Zen yang diduga melakukan makar.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Irawan menegaskan kepada masyrakat untuk berhati-hati dalam menyebarkan informasi melalui sosial media sejak berlakunya UU ITE. Berlakunya undang-undang tersebut diharapkan dapat dijadikan alat pengerem untuk masyarakat agar tidak menyebarkan berita hoax alias tidak benar.

“Saya minta kembali kepada khalayak ramai, jangan coba-coba melanggar Undang-Undang ITE karena akan kita cari untuk dimintai pertanggungjawaban,” tegasnya di Mapolda Metro Jaya, Selasa (6/12), dikutip dari merdeka.com.

Video durasi 3 menit 30 detik berisikan tentang kronologis penangkapan dua perwira yang mirip dengan penculikan G30S/PKI, dan membuat perpecahan di kalangan TNI.

Polisi segera mencari informasi lebih lanjut tentang video tersebut ke pihak channel TV dimana berita tersebut ditayangkan.

“Di mana saya cek ke TV China ternyata tidak ada Dragon TV mengeluarkan itu,” katanya.

Aksi tegas terhadap penyebar video ini sudah mendapatkan perijinan dari pihak TNI. Polisi mengambil tindakan ini agar tidak menyalahi aturan dan tidak menimbulkan perpecahan di TNI.

“Kami dengan Pangdam dan beberapa pejabat Kodam dan Polda rapat membahas hasil informasi intelijen, karena beberapa orang akan melakukan rencana yang diduga perbuatan makar di mana pasal yang akan mereka persangkaan adalah 107 juncto 110 dan 87. Kita dapat informasi dari beberapa pertemuan mereka di beberapa tempat sehingga malam tersebut kami dengan Pangdam melaksanakan rapat di ruangan rapat Polda Metro Jaya,” pungkasnya.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaWow! Makin Hari Wajah Aurel Hermansyah Semakin Mempesona, Apa Rahasianya?
Berita berikutnyaWiranto Sebut Ada Pemodal Mendanai Dugaan Aksi Makar