Ikuti Perintah Jokowi, Beranikah BNN Tembak Mati Bandar Narkoba?


budi-waseso

SURATKABAR.ID – Baru-baru ini Satuan Reserse Polresta Depok berhasil mengamankan narkotika jenis ekstasi berbentuk mirip Minion yang dijual Rp 200.000 per butirnya. Ekstasi ini dipasarkan di Depok dan beberapa diskotek di kawasan Bogor dan Jakarta.

Temuan ini mengingatkan kembali tentang pernyataan perang terhadap narkobat di Indonesia yang dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Pernyataan perang yang dikeluarkan Jokowi ini, juga meminta agar Badan Narkotika Nasional (BNN) semakin giat dalam memberantas peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang.

Namun, muncul satu pertanyaan besar yang harus dijawab BNN, beranikah mereka melakukan tembak mati di tempat pada bandar dan pengedar narkoba layaknya Pemerintah Filipina?

Kepala BNN Budi Waseso menjawab pertanyaan ini dengan tegas. Menurutnya, tak menutup kemungkinan BNN melakukan hal serupa jika memang dibutuhkan.

“Jika dibutuhkan dan diharuskan karena ada tindakan perlawanan, maka akan kami lakukan itu,” tutur Budi seperti dilansir kompas.com.

Budi juga menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas tiap kasus sesuai dengan perintah Jokowi. Menurutnya, pemberantasan narkoba merupakan salah satu hal penting untuk menyelamatkan masa depan generasi muda Indonesia.

Berdasarkan catatan BNN, setiap harinya sekitar 40 hingga 50 persen anak muda meninggal dunia akibat penyalahgunaan barang haram tersebut. Hal ini berarti, dalam setahun sekitar 15.000 anak muda mati sia-sia karena narkoba.

Sebelumnya, Jokowi pernah meminta BNN untuk membandingkan jumlah 15 ribu orang yang mati dengan jumlah bandar dan pengedar narkoba. Perbandingan inilah yang kemudian mendasari Jokowi untuk menggalakkan perang besar terhadap narkoba.

Kini, BNN telah memodernisasi persenjataannya dalam perang melawan narkoba. Budi yang juga akrab disapa Buwas ini mengatakan bahwa kini BNN lebih siap menghadapi situasi tak terduga di lapangan.