Hiii! Ada Penampakan Misterius Saat Para PNS Ini Asyik Ber-Selfie Ria


a4763d76902d6b25cdb51cc09085a302

SURATKABAR.IDPenampakan sosok misterius mewarnai apel gabungan dalam rangkaian Hari Korpri ke-45, HUT PGRI ke-71 dan Hari Guru Nasional yang dipusatkan di Halaman Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Pulang Pisau.

Sosok misterius ini muncul usai apel, setelah beberapa aparatur sipil Negara (ASN) pemerintah setempat  asik berfoto bersama dengan kamera ponsel di tenda tamu undang di bagian kanan yang ditempati ASN Eselon III dan IV.

Dalam bagian foto yang sudah beredar luas dan diunggah di media sosial ini menunjukan adanya sosok misterius hitam. Meski tidak terlalu jelas, sosok misterius berjubah hitam ini tertangkap kamera duduk di bagian belakang dekat salah satu pot tanaman di samping tangga masuk Kantor Setda Pulang Pisau.

Tidak ada ASN yang mengenal sosok dalam foto tersebut yang diyakini para ASN adalah sosok hantu yang ada di lingkungan kantor tersebut.

ADC Bupati Pulang Pisau, Dwi Saksono mengatakan bahwa dirinya juga sudah menerima foto yang disebut-sebut adanya penampakan hantu tersebut. Beberapa diantaranya juga sudah diunggah di media sosial.

 “Tidak diketahui apakah itu hanya pantulan cahaya atau efek kamera, tapi para ASN tidak perlu resah, karena penampakan seperti itu bisa muncul dimana saja,” kata Dwi di Pulau Pisang seperti dikutip dari Antara.

Meski tidak disebutkan, Dwi mengaku foto adanya penampakan ini diterima dari salah satu ASN. Namun, penampakan usai apel gabungan ini tidak mengganggu aktivitas kerja para ASN dilingkungan pemerintah setempat.

Sebelumnya pulau kecil di Kalimantan ini sempat bikin heboh dengan  sosok pemuda bernama Nur di Kabupaten Pulau Pisang, Kalimantan Tengah menjadi perbincangan hangat. Dia sudah 8 tahun hidup layaknya Tarzan di sebuah hutan di desa Bahaur, Batu Raya, Kahayan Kuala, Kalteng.

Dari informasi yang dilansir dari kabarkalimantan, Nur memiliki ayah dan ibu bernama Bella dan Sumiati.

Namun, entah apa alasan keduanya mengasingkan Nur dan hidup bagai Tarzan di hutan.

“Saya kasihan, dulu waktu pertama melihat anak itu terlihat sehat dan segar. Namun, akhir-akhir ini anak tersebut kondisinya semakin memprihatinkan. Tidak tahu umurnya berapa,” ujar Tini, warga desa Bahaur pada mncmedia.

Tini mengatakan bahwa Nur sudah 8 tahun terakhir hidup di hutan, tanpa dibekali alat masak dan hanya diberi makan sehari sekali.

“Untuk menyambung hidup, sang Tarzan ini hanya memakan dedaunan yang ada di sekitar tempat berteduh.”

Warga lain, Vinsen menerangkan jika alasan kedua orang tua Nur mengasingkannya lantaran anaknya tersebut mengalami gangguan mental.

“Dia diketahui mengalami gangguan mental sehingga orang tua pemuda ini terpaksa mengasingkannya ke dalam hutan, tapi apakah ini solusi terbaik?” ujar Vinsen.

Dikatakan Vinsen, meski Nur mengalami gangguan kejiwaan, para warga sekitar menilai tindakan mengasingkan Nur ke dalam hutan adalah berlebihan padahal Pemkab memiliki RSJ Kalawa Atei di Bukit Rawi.