Polri Menduga Para Tersangka Dugaan Makar Akan Memanfaatkan Massa Aksi 212


    polri-menduga-para-tersangka-dugaan-makar-akan-meanfaatkan-massa-aksi-212-cover

    SURATKABAR.ID-Pihak Kepolisian Republik Indonesia melalui  Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar selaku Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Pori memberikan keterangan kepada seluruh masyarakat terkait penangkapan sejumlah tokoh yang diduga akan melakukan makar. Para tersangka dugaan makar tersebutu sudah diintai selama kurang lebih setengah bulan dan pihak kepolisian memberikan keterangan yang cukup mengejutkan.

    Pihak kepolisian menduga jika para tersangka dugaan makar memiliki tujuan untuk menggerakan massa yang besar dalam Aksi Bela Islam Jilid III. Polisi  telah menemukan indikasi para tersangka akan memanfaatkan kekuatan massa yang sangat besar untuk kepentingan kelompoknya sendiri. Mengetahui hal tersebut, pihak kepolisian bertindak cepat dengan melakukan penangkapan pada tersangka.

    Langkah tersebut terpaksa diambil sebagai upaya untuk pencegahan hal-hal buruk yang akan menimpa NKRI. Boy Rafli juga menjelaskan jika apa yang dilakukan oleh pihak kepolisan ini bertujuan untuk memurnikan niatan ibadah orang-orang yang telah berkumpul. Caranya adalah dengan meminimalisir berbagai indikasi yang mengarah kepada pemanfaatan massa.

    Bukan sepuluh, ternyata pihak kepolisan menangkap 11 orang pada 2 Desember yang lalu. Mereka adalah,

    “Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin, Rachmawati, Ahmad Dhani, Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal. “Jadi total ada sebelas tersangka, tiga di antaranya telah ditahan,”jelas Boy Rafli, seperti dikutip dari Tempo.co.

    Tiga orang yang ditahan tersebut adalah Sri Bintang Pamungkas serta Jamran dan rizal. Sri Bintang dijerat dengan pasal permufakatan jahat, sedangkan kedua kakak beradik tersebut akan diseret dengan UU ITE mengenai  penghasutan kepada masyarakat luas dengan menggunakan berbagai sosial media, terutama Youtube.

    Tersangka lainnya diperbolehkan untuk pulang. Sampai sekarang polisi akan terus mendalami kasus dugaan makar yang dilakukan oleh tokoh-tokoh yang namanya sudah malang melintang di dunia perpolitikan Indonesia tersebut.