"212", Ketika Ternyata Kita Masih Berdiri dan Tunduk di Bawah Langit yang Sama


5840e8949ee7b-aksi-super-damai-212-di-monas-jakarta-pusat_663_382

Tanggal 02 Desember 2016, bisa jadi satu momentum bersejarah yang akan diingat oleh bangsa ini. Monas menjadi saksi sejarah bagaimana elemen bangsa yang dalam beberapa waktu terakhir ini mulai “bergoyang” bisa bersatu padu dalam dekapan sang Ibu Pertiwi dalam lantunan satu lagu Indonesia Raya.

Kehebohan aksi damai Bela Islam Jilid III memang sudah dirasakan sejak beberapa waktu yang lalu. Sangat wajar jika mengingat akhir dari aksi Bela Islam Jilid II yang berakhir kericuhan. Gegap gempita pun terus teriring, larangan, serta fitnah hoax dan semua kenistaan terus mengiringi perjalanan Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

Namun apa yang terjadi saat hari H? semua opini lebur menjadi satu, dalam satu cakrawala merah putih, lebur dalam satu nada dan stanza yang sama, Indonesia Raya. Semua pihak yang sebelumnya terkesan untuk saling tuding, saling hindar, saling “pukul”, menjadi cair.

Bahkan Presiden Jokowi bersama Wakilnya Jusuf Kalla dan staf menteri bersedia tuk hadir, dan menundukkan kepala serta khidmat dalam ibadah hari Jumat.

Ya, hari Jumat sendiri memang merupakan hari yang agung dan besar. Dan tampaknya pada hari yang agung inilah, Tuhan menurunkan rahmatnya kepada bangsa yang kini sedang kebingungan ini.

Mulai dari rakyat jelata hingga Presiden mampu bertemu dalam sebuah forum ciptaan yang esa, berdiri dan tunduk dibawah langit yang sama.  Mencairkan dinding es yang selama ini membeku tak bergeming, dalam sekat – sekat kebanggsaan, ras, suku dan agama.

Saling memafkan, saling bertakbir menjadi satu semangat baru dalam  212. Semangat persaudaraan dam kebangsaan kembali hadir, menjadi harapan baru bagi bangsa yang sempat berada di “ujung tanduk” ini.

Namun bak drama telenovela yang menhadirkan senyum, marah, dan tawa dalam sebuah babak, 212 juga menghadirkan adegan tegang penangkapan tokoh – tokoh nasional bahkan artis yang dituduh melakukan makar.  Tentu hal ini menimbulkan pertanyaan baru dan juga babak baru dalam perjalanan bangsa yang besar dan kaya ini.

Benarkah mereka makar? Apakah yang sedang mereka rencanakan? Yang pasti terungkap bahwa Sri Bintang Pamungkas memang pernah mengirimkan surat kepada MPR RI untuk mengadakan Sidang Istimewa dengan agenda menekel pemerintahan di bawah Jokowi-JK. Jika begitu, benarkah masih ada konspirasi besar di balik ini semua?

Semoga semua bisa terjawab dalam nuansa yang dingin, kepala yang dingin dan hati yang besar. Kembali menjadi bangsa yang ramah bukan bagsa yang marah – marah.

  http://credit-n.ru/zaymyi-next.html


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaEddies Adelia dan Sejumlah Artis Lainnya Selfie Saat Ikut Aksi 212
Berita berikutnyaAmankan Area Akhwat di Aksi 212, Prajurit Berjilbab di Turunkan