Strategi Jokowi Kuasai Situasi Politik Panas Lewat Meja Makan


    jk-zk

    Presiden Joko Widodo mengundang Zulkifli Hasan, Ketua Partai Amanat Nasional sekaligus Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, untuk makan siang bersama di Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

    Zulkifli datang dengan mengenakan peci yang diselaraskan dengan kemeja batik. Jokowi menyambut hangat kehadiran Zulkifli, sebelum mulai makan siang Zulkifli diajak oleh Jokowi untuk memasuki ruangan credential.

    Sesampainya di ruang makan, Jokowi dan Zulkifli langsung menyantap makan siang yang tersaji di meja bundar diselingi dengan pembicaraan yang ringan.

    Setelah makan siang, Jokowi mengajak Zulkifli untuk berdiskusi hal-hal yang penting, yang berkaitan dengan negara seperti Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika, di beranda belakang Istana Merdeka.

    “Kami sepakat negara kita negara besar, banyak masalah besar yang kita hadapi, tapi masalah itu akan lebih cepat diatasi apabila dimusyawarahkan,” kata Jokowi, dilansir dari kompas.com

    “Ketemu didialogkan. Karena kita negara besar dan masalahnya sangat banyak sekali. Itu yang kita bicarakan,” tambah dia.

    Sebelumnya, Jokowi sudah banyak mengundang para tokoh politik Indonesia seperti Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Nasional Demokrat Surya Paloh, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PPP Rohahurmuziy, dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

    Ketua MPR ini mengajak masyarakat untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada dengan nilai ke-Indonesia-an.

    “Apa itu nilai-nilai keindonesiaan? Presiden tadi sudah menyampaikan, silaturahmi dan dialog,” kata Zulkifli.

    Konsolidasi ini dilakukan untuk meredam situasi politik yang sedang memanas di Indonesia. Usaha Jokowi ini terlihat jelas pada saat Kapolri Tito Karnavian bisa membuat kesepakatan mengenai pengalihan tempat berdemo di Lapangan Monas, Jakarta Pusat.