SBY Tulis Saran Panjang Lebar, Presiden Jokowi Hanya Bilang Begini


jokowi-sby

Politik nasional terus menghangat dalam beberapa pekan ini. Pergolakan yang salah satunya berasal dari polemik pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017. Menanggapi permasalah nasional tersebut, mantan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan saran kepada Presiden Joko Widodo (SBY).

SBY melontarkan sarannya tersebut melalui sebuah tulisan. Secara panjang lebar SBY menyampaikannya sarannya yang kemudian dimuat oleh Harian Rakyat Merdeka, Senin (28/11/2016).

“Bangun dan dapatkan solusi terbaik itu dengan berbagai pihak. Langkah-langkah Presiden Jokowi untuk membangun komunikasi dengan para pemimpin agama, pemimpin sosial dan pemimpin politik perlu dilanjutkan,” tulis SBY.

SBY juga berpesan agar Presiden Jokowi bersedia berkomunikasi dengan pihak-pihak yang dianggap berseberangan, bukan hanya dengan pihak yang berada di belakang pemerintah.

“Rangkullah rakyat, pemegang kedaulatan yang sejati, dengan penuh kasih sayang. Teduhkan hati mereka, jangan justru dibikin takut dan panas. Imbau mereka untuk tak perlu selalu menurunkan kekuatan massa jika hendak mencari keadilan, dengan jaminan pemerintah benar-benar menyelesaikan masalah yang ada secara serius. Cegah dan batasi para pembantu Presiden untuk membikin panggung politiknya sendiri-sendiri. Jadi lebih rumit nantinya. Ingat, in crucial thing unity,” lanjutnya.

Lebih lanjut, SBY menyoroti mengenai pemabantu Presiden yang acap kali mencari panggung politiknya sendiri. SBY berkata, jangan sampai para pembantu Presiden Joko Widodo mengambil keuntungan dari situasi politik yang memanas demi kepentingan pribadi atau partai. Sebaiknya, menurut SBY, semua pembantu satu sikap dengan Presiden Joko Widodo.

“Dan pemerintah harus mencegah jangan sampai ada martir yang sengaja dijadikan pemicu terjadinya kerusuhan atau kekerasan yang lebih besar. Cegah, jangan sampai ada kekerasan yang meluas,” ujar SBY dalam tulisan panjangnya itu.

Lantas seperti apa resnpon Presiden Jokowi menanggapi tulisan yang cukup panjang dari SBY tersebut?

Dilansir dari tempo.co, ketika Presiden Jokowi ditanya apakah telah membaca tulisan tersebut, Presiden menjawab singkat “Enggak,” ujar Presiden Joko Widodo perlahan sambil menggelengkan kepala kepada wartawan di Istana Kepresidenan seusai menjamu Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar, Selasa (29/11/2016).

Presiden Jokowi tidak memberikan komentar lebih jauh, ia hanya menyatakan akan mencatat semua masukan dari para tokoh serta partai politik.

“Semua dicatat, dikomunikasikan,” ujarnya.