Penyuap Merasa Utang Budi dengan Irman Gusman


Hasil gambar untuk kpk irman gusman

Direktur Utama CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto berserta istri, Memi mengakui bahwa uang 100 juta yang diberikannya kepada Irman adalah sebagai bentuk terima kasih.

Memi dan Sutanto merasa memiliki hutang budi kepada Ketua Dewan Perwakilan Daerah, Irman Gusman karena telah membantu mereka dengan menghubungi Direktur Utama Bulog.

Kesaksian ini disampaikan oleh Memi dan Sutato di Pengadilan Tipikor, Jakarta pada hari Selasa (29/11/2016).

“Uang itu sebagai tanda terima kasih, karena kami yang sudah buntu, saya bisa menceritakan semua permasalahan kepada Pak Irman,” ujar Memi kepada Majelis Hakim.

Menrut Memi, pada saat bertemu dengan Irman Gusman, ia menyampaikan soal kelangkaan gula di Sumatera Barat. Ia juga menerangkan bahwa bulog mempunyai tugas untuk mendistribusikan gula ke seluruh Indonesia.

Memi meminta kepada Irman agar meminta Bulog mendistribusikan gula salah satunya ke pelabuhan Sumatera Barat. Irman bersedia untuk menghubungi Direktur Utama Bulog. Memi juga mengakui bahwa dirinya telah membuat kesepakatan dengan Irman mengenai bagi hasil atas jumlah gula yang didistribusikan dari Bulog.

Walaupun kesepakatan tidak sesuai dengan keinginan, Memi dan Sutanto merasa wajib membalas bantuan Irman dengan memberikan uang sebesar 100 juta rupiah.

Dalam kasus ini, Sutanto dan Memi didakwa memberi suap Rp 100 juta kepada Irman Gusman. Selain itu, Irman Gusman diduga telah menyalahgunakan jabatannya untuk mengatur distribusi gula impor dari Perum Bulog.

Ketiganya ditangkap pada saat Memi dan Sutanto mendatangi rumah dinas Irman Gusma pada 16 September lalu. Memi dan Sutanto datang berkunjung untuk menyerahkan uang bingkisan Rp 100 juta, tak lama kemudian ketiganya ditangkap oleh petugas Komisi Pemberantasan Korupsi.

 


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaIPW: Polri Jangan Terlalu Mengistimewakan Ahok
Berita berikutnyaIni Imbauan Risma untuk Warga Surabaya Terkait Demo 2 Desember