IPW: Polri Jangan Terlalu Mengistimewakan Ahok


ahok-tito

Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penistaan agama. Namun, hingga kini Ahok masih berlenggang bebas dan bisa berkampanye kapanpun dan dimanapun.

Hal ini, mau tak mau tentu makin membuat umat IslamĀ geram. Terlebih lagi, Ahok kembali melontarkan pernyataan yang menyakiti hati umat Islam. Cagub nomor urut dua dalam Pilkada DKI 2017 ini menyebut bahwa pendemo gerakan 411 mendapatkan bayaran dari pihak tertentu.

Hal ini ternyata menjadi perhatian Indonesia Police Watch (IPW). Ketua IPW Neta S Pane menyampaikan bahwa sudah saatnya pihak kepolisian berlaku tegas dan menahan Ahok.

Menurut Neta, selama ini polisi dengan mudahnya menahan pihak-pihak tertentu meski belum jelas kesalahannya. Namun, Ahok yang telah ditetapkan sebagai tersangka, sama sekali tak ditahan dan berlenggang bebas menghirup udara segar.

“Padahal sesuai undang-undang harusnya segera ditahan,” tegas Neta menanggapi kinerja Polri dalam kasus Ahok, seperti dilansir tribunnews.com.

Neta menambahkan, dalam undang-undang, terdapat tiga alasan seorang tersangka tidak ditaha, yakni tidak melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti, dan tidak mengulangi perbuatannya.

Sementara Ahok, telah mengulangi perbuatannya dengan mengatakan bahwa pendemo 4 November 2016 lalu mendapat bayaran dari pihak tertentu. Dengan kedua laporan tersebut, Polri harusnya sudah menahan Ahok.

Neta juga mengatakan bahwa karena Polri mengistimewakan Ahok, masyarakat tentu akan terus berdemo menuntut Ahok segera ditahan.

“IPW hanya mengingatkan, Polri jangan terlalu mengistimewakan Ahok dan jangan pasang badan untuk Ahok. Jangan gara-gara Ahok, aparatur Polri di lapangan berbenturan dengan rakyat. Jangan gara-gara Ahok, elite politik bertikai dan muncul kegaduhan,” tegas Neta.

Terakhir, Neta juga mengingatkan, jangan sampai Bhineka Tunggal Ika dan NKRI terkoyak hanya karena mulut Ahok.

 


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumya12 Atlet PON 2016 Positif Doping
Berita berikutnyaPenyuap Merasa Utang Budi dengan Irman Gusman