Dulu Bersebrangan Tapi Kini Ahok dan Yusril Terlihat Mesra


ahok-yusril

SURATKABAR.ID – Sebelum gagal menjadi calon gubernur DKI Jakarta, Yusril Izha Mahendra termasuk sosok yang sangat keras menentang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Sering kali Yusril melemparkan kritik tajam serta sindiran yang menusuk kepada Ahok. Begitu pula sebaliknya, Ahok juga termasuk sangat gencar dalam mengutarakan sindiran kepada Yusril.

Kedua orang asal Belitung tersebut saling sindirnya semakin menjadi-jadi saat mereka saling memberikan julukan. Ahok menyindir Yusril dengan sebutan “Si Hebat” dan Yusril menjuluki Ahok dengan sebutan “Si Sakti”.

Mereka berdua terlibat saling bertentangan dalam berbagai masalah. Misalnya, pada permasalahan pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Di mana Ahok selaku Gubernur DKI Jakarta yang ingin swakelola pengelolaan TPST Bantargebang dan Yusril sebagai kuasa hukum pengelola TPST Bantargebang, PT Godang Tua Jaya.

Yusril juga berseberangan dengan Ahok yang mengajukan uji materi Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Bupati, Wali Kota, dan Gubernur. Ahok mengajukan itu terkait cuti kampanye bagi petahana.

Awalnya Yusril mengajukan diri sebagai pihak terkait, namun akhirnya mengundurkan diri setelah dirinya gagal menjadi calon gubernur DKI Jakarta karena tak mendapat dukungan dari partai politik.

Seiring dari terhempasnya Yusril dalam bursa pemilihan Gubernur Jakarta, ia tak pernah lagi melemparkan kritik atau sindiran terhadap Ahok. Sebaliknya, Yusril nampak beberapa kali menyampaikan dukungannya terhadap Ahok.

Hal tersebut terlihat dari sikap Yusril yang meminta unmat Islam memaafkan Ahok yang dianggap telah menistakan agama yang kini telah ditetapkan oleh polisi sebagai tersangka.

“Dengan komitmen penegakan hukum, sudah sepantasnya umat Islam menerima permintaan maaf Ahok yang sudah berulang kali diucapkannya. Penegakan hukum telah dijamin Presiden Jokowi, serahkan kepada aparat penegak hukum sambil diawasi dengan seksama,” kata Yusril, dikutip dari kompas.com.

Warga Belitung Timur seakan menjadi saksi bagaimana kedua tokoh daerah mereka tersebut terlihat saling mendukung pada acara pagelaran budaya, Minggu (27/11/2016). Yusril bahkan seakan memberikan nasehat kepada Ahok.

“Bahwa memang saya bilang ke Pak Ahok, kalau pelajari Islam secara mendalam, saya yakin dengan memelajari Islam itu akan menemukan sesuatu yang luar biasa dalam agama ini. Mudah-mudahan dengan memelajari agama Islam, beliau mendapatkan hidayah dari Allah SWT,” kata Ketua Partai Bulan Bintang (PBB) tersebut.

Yusril juga menegaskan jika Ahok masih bisa maju dalam Pilkada DKI meski statusnya adalah tersangka.

“Saya katakan, Pak Ahok ini tidak bisa dihalang-halangi hak beliau untuk maju. Karena itu saya dukung beliau untuk tetap maju di pilkada ini. Meskipun beliau sedang menghadapi masalah hukum, tapi itu sama sekali tidak menghalangi beliau untuk maju dalam pilkada ini,” lanjutnya.

Pada kesempatan itu pula Ahok meminta maaf kepada warga Belitung Timur, terutama kepada Yusril. Ia menyatakan jika Yusril adalah gurunya, meski dalam politik mereka ada perbedaan.

“Beliau sering sampaikan pada saya bahwa, pelajarin Islam baik-baik, benar-benar itu banyak sekali keindahan dari agama Islam, beliau sering sampaikan. Jadi beliau ini termasuk salah satu guru saya juga sebetulnya. Secara politik, kami beda pendapat tapi enggak beda pendapat yang jauh betul kok,” kata Ahok.

Ia juga berharap Yusril bersedia membantunya untuk menjelaskan kepada masyarakat muslim di Indonesia bahwa sebenarnya dirinya tidak pernah punya niatan untuk menghina agama Islam.

“Saya kira walaupun bukan bidang pidana tapi dari sisi sosiologinya, saya memang berharap Bang Yusril bantu jelasin ke masyarakat Indonesia khususnya Muslim bahwa saya tidak ada niat sama sekali menghina atau menista ajaran agama Islam apalagi Al Quran. Bagaimana pintu hidayah bisa terbuka kalau tidak mendengar, bagaimana bisa mendengar, kalau tidak ada yang menyampaikan gitu. Nah seperti itu yang disampaikan oleh Bang Yusril,” kata Ahok.