Terungkap! Inilah Alasan Kapolri Tidak Segera Menahan Ahok


tito-kapolri

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah ditetapkan oleh pihak kepilisian sebagai tersangka kasus penistaan agama. Akan tetapi, Gubernur DKI Jakarta non aktif tersebut tidak langsung ditahan selepas penetapan tersebut.

Berbagai pihak, termasuk ormas-ormas mendesak polisi segera menjebloskan Ahok ke tahanan. Karena hal itu, Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian mengungkapkan alasan tidak ditahannya Ahok.

Tito memberikan penjelasan ketika menghadiri acara Tabligh Akbar di Masjid Jami Al Riyadh, Kwitang, Jakarta, Minggu (20/11/2016).

Dilansir dari merdeka.com, Tito menerangkan jika penahanan seorang tersangka adalah kewenangan penyidik. Dalam penahanan, terdapat dua alasan yang merujuk pada KUHAP yakni objektif dan subjektif.(Baca Juga : Ya Ampun Ko Menantu Mantan Presiden Jadi Begini Sekarang ya)

“Objektif itu, objek perkaranya telah dan mutlak, saksi ahli bulat mengatakan dan tim penyelidik juga bulat. Dalam kasus ini, saksi ahli yang dihadiri semua pihak terjadi perbedaan pendapat,” kata Tito.

Penilaian dari sudut subjektif, penahanan seorang tersangka dilakukan ketika ada kemungkinan seseorang tersebut melarikan diri. Pada perkara ini, pihak kepolisian menilai Ahok selama ini bersikap sangat kooperatif, bahkan ia mendatangi kantor Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri untuk memberikan keterangan padahal belum dijadwalkan untuk diperiksa.

“Kemudian kalau ada kekhawatiran dia menghilangkan barang bukti. Barang bukti Alhamdulillah cuma satu video rekaman asli, sehingga saya sampaikan ke penyelidik ambil video aslinya. Sudah diamankan,” sambung Tito.

Hal lain yang menjadi pertimbangan sebuah penahanan adalah ketika tersangka dianggap akan melakukan tindakan seperti yang disangkakan padanya.

“Kita lihat belum, oleh karena itu kita belum lakukan penahanan,” kata dia.

Tito mengajak seluruh masyarakat untuk mengawasi proses hukumnya hingga sampai ke pengadilan nantinya. Saat ini pihak kepolisian tengan menyelesaiakan berkas perkara untuk dilimpahkan ke kejaksaan.

“Insya Allah maksimal tiga minggu (pemberkasan) untuk masuk kejaksaan dan kita dorong kejaksaan supaya segera masuk ke pengadilan. Itu nanti pasti akan live, mirip kayak kasus Jessica,” tandasnya.

Sementara itu, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI melalui Pembinanya, Habib Rizieq mendesak agak kepolisian untuk menahan mantan Bupati Belitung Timur tersebut. Jika Ahok tidak segera ditahan, Rizieq mengancam akan menggelar aksi besar-besaran pada 2 Desember mendatang.

“‎Kalau Ahok tidak ditahan maka GNPF MUI akan gelar aksi Bela Islam III. Aksi itu rencananya akan digelar pada 2 Desember 2016,” katanya di kawasan Tebet, Jakarta, Jumat (18/11/2016), dikutip dari tribunnews.com