Militer AS di Australia Ditambah, Panglima TNI Sebut Itu Ancaman!


    gatot-nur

    Jenderal Gatot Nurmantyo selaku Panglima TNI pada Rabu (16/11/2016) memberikan kuliah umum kepada para mahasiswa yang terdapat di Universitas Indonesia. Bertempat di Balai Sidang, UI, Depok, kawasan Jakarta Barat, Gatot menyampaikan jika sekarang ini Indonesia sedang menghadapi berbagai ancaman.

    Sebagai seorang Panglima TNI, Gatot termasuk orang yang hangat. Buktinya saja dalam acara yang bertajuk ‘Mari Teladani Semangat Juang Pahlawan Kemerdekaan Menuju Indonesia Raya’ tersebut Gatot berkelakar jika dirinya baru kali ini tampil di UI karena ada presien BEM. Kelakar yang dikeluarkan oleh Gatot tersebut seakan mencairkan suasana.

    Setelah basa-basi singkat, akhirnya Gatot sampai pada topik utama dan menyoroti masalah kondisi Indonesia dalam ancaman dari luar negeri. Gatot menegaskan jika pulau-pulau terluar yang terdapat di Indonesia seperti halnya Pulau Masela, Pulau Selaru, dan juga Pulau Saumlaki perlu untuk mendapat pengamanan yang khusus.

    Pasalnya saat ini pemerintah Amerika menambahkan pasukan di Darwin (daerah di Australia). Tentara Amerika yang tadinya hanya 1.500 personel menjadi 2.500, tentu saja hal ini sangat patut untk diwaspadai. Sebagai Panglima TNI, Gatot boleh menganggap hal tersebut sebagai ancaman untuk beberapa daerah terluar di Indonesia yang letaknya berdekatan dengan Australia.

    Tidak hanya menyoroti masalah itu saja, Gatot juga berbicara masalah terorisme yang terjadi di Indonesia. Saat ini UU yang mengatur tentang terorisme di Indonesia masih sangat lunak. Dan dengan berbagai teror yang ada, saat ini DPR tengah menggodok UU mengenai terorisme. Dan harapannya, dalam UU tersebut terorisme dikategorikan sebagai kejahatan terhadap negara agar bisa ditindak dengan tegas dan tidak setengah-setengah.

    Tidak lupa Gatot berharap agar RUU yang mengatur masalah terorisme tersebut agar cepat terselesaikan. Supaya nantinya hukum bertindak sangat tegas terhadap para teroris yang keberadaanya sangat mengancam. Masalah keterlibatan TNI dalam terorisme, Gatot akan senantiasa patuh pada UU yang berlaku.