llmuwan Siap Daki Gunung Hawaii Demi ke Mars


bentuk-planet-bumi-bulat

Tim ilmuwan yang bekerja sama dengan NASA siap mengeksplorasi gunung-gunung berapi di Mars untuk menggapi mimpi ke Mars. Gunun-gunung berapi tersebut merupakan lokasi simulasi.

Para ilmuwan bersiap untuk mendaki Mauna Ulu sebagai bentuk latihan mengumpulkan sampel batu pada saat mereka berada di Pulau Merah kelak.

Proyek ini dinamakan BASALT, yang memiliki kepanjangan  Biologic Analog Science Associated with Lava Terrains.

Seperti yang dilaporkan The Hawaii Tribune-Herald, para ilmuwan akan mengkombinasikan ilmu biologi dan geologi selama berada di Hawaii Volcanoes National Park.

Salah satu yang menjadi pusat perhatian dari pengumpulan sampel tersebut adalah kontaminasi batu yang kemungkinan merupakan sarang bakteri.

“Sungguh, alasan utama pergi ke Mars adalah melihat apakah ada potensi kehidupan di sana,” ujar anggota tim ilmuwan John Hamilton dari University of Hawaii, dilansir oleh ccnindonesia.com.

Ia melanjutkan, “banyak geologi yang menakjubkan. Tapi apakah kita hanya sendiri?”

Hamilton juga menuturkan, tim ilmuwan tidak akan mengenakan seragam antariksa seperi pada misi sebelumnya.

Ruang pengendali misi tetap dihadirkan dan bertempat di Kilauea Military Camp. Proyek ini bakal dibantu oleh 20 mahasiswa University of Hawaii.

Sedangkan rentang komunikasi para ilmuwan di lapang dengan tim pengendali misi ‘Bumi’ diperlambat sekitar 20 menit agar betul-betul seperti misi mars sungguhan.

Lahan di Hawaii memang dipercaya memiliki kesamaan dengan lahan di Mars. Proyek BASALT ini bukan satu-satunya proyek yang menjalankan misi ke Mars.

Pada akhir Agustus kemarin, enam ilmuwan telah menyelesaikan misi simulasi Mars yang dijalankan sejak 28 Agustus 2015 lalu.

Tim ilmuwan itu menjalani simulasi terpencil di sekitar lereng Mauna Loa, Hawaii.

Simulasi yang dinamakan program Hawaii Space Exploration Analog dan Simulation (HI-SEAS), pada program tersebut enam ilmuwan dikurung dalam sebuah ruang simulasi yang berbentuk kubah bertenaga surya dengan lebar 10 meter dan tinggi 6 meter.

Selain Hawaii, Utah juga menjadi salah satu destinasi untuk misi ke Mars. Organisasi Nirlaba Society di Colorado, Amerika Serikat telah memulai simulasi ke Mars.

Simulasi tersebut bernama “Mars 160”, di mana tujuh ilmuwan dari enam negara berbeda menghabiskan waktu selama 160 hari di gurun pasir Utah dan kawasan Kanada yang mengarah ke Kutub Utara.

Sejatinya, durasi 160 hari tersebut dibagi menjadi dua, yakni 80 hari di Mars Desert Research Station di Utah dan 80 hari sisanya di lingkungan Kutub Utara. Simulasi pertama dari Mars Society ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan manusia tentang bagaimana mengeksplorasi permukaan Mars.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaBiksu Shaolin Ini Bisa Berlari di Atas Air. Lihat Videonya
Berita berikutnya47 Tentara Dipecat Karena Kedapatan Lakukan Hal Ini