Hindari Konflik, Djarot Memilih Untuk Membatalkan Aksi Kampanye


 

djarot

Calon wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat tiba-tiba saja menggagalkan aksi kampanye di wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan ini. Aksi ini batalkan untuk menghindari adanya aksi penolakan seperti yang terjadi di Pecenongan.

Merry Hotma, salah satu anggota tim pemenangan Ahok-Djarot mengatakan untuk menjaga suasana agar kondusif dan menghindari adanya konflik, maka kampanye dibatalkan.

Ia menjelaskan lebih lanjut, bahwa kondisi DKI saat ini masih memiliki persepsi yang berbeda mengenai terhadap pasangan cagub dan cawagub tersebut karena polemic yang sedang terjadi akibat penistaan agama oleh Ahok.

“Sekarang kan persepsinya warga sedang tidak sama ya. Persepsi berbeda ketika melakukan aksi (penolakan) terhadap kehadirannya Pak Djarot,” kata Merry saat dihubungi detikcom, Minggu (6/11/20160), dilansir oleh detik.com.

“Pak Djarot sebagai petahana, yang sifatnya harus mengayomi mengalah untuk menang. Ya kita mundur selangkah dengan keyakinan sebentar lagi satu persepsi terhadap pak Ahok-Djarot,” lanjutnya.

Selain itu, Merry juga menyampaikan bahwa aksi kampanye Ahok-Djarot tidak hanya menyampaikan visi dan misi dan juga program yang akan dijalani apabila terpilih sebagai orang nomor satu dan dua di DKI Jakarta. Mereka juga ingin mengecek langsung kinerja Pemprov DKI yang telah dikerjakan.

Seperti agenda yang dijadwalkan pada hari ini yakni mengunjungi Pasar Kambing di Jalan Tanah Kusir II RT004/011 Kebayoran Lama Selatan. Agenda kedua, mengunjungi warga di Jl. Jati Indah RT.002/001 Pondok Pinang.

“Jadi kebetulan Pak Djarot di situ mau turun karena ada masalah pekerjaan belum selesai yang merupakan pengaduan melalui Qlue. Sesuai laporan dari warga disitu ada masalah, kami kasih jadwal Pak Ahok-Djarot mengecek persoalan kalau enggak salah banjir daerah Kebayoran Lama,” tuturnya.

 


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaAntasari Azhar Resmi Bebas Pada 10 November Nanti
Berita berikutnyaJokowi Akan Undang Tokoh Agama untuk Sejukkan Suasana Pasca Demo