Inilah Kronologis Pembunuhan Sopyan Lubis Yang Jasadnya Disemen Oleh Sepupunya


sofyan-lubis

Sopyan Lubis (43) tewas dihabisi oleh sepupunya sendiri, Riko Lesmana (41) di rumah kontrakan korban di Jalan Raya Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi. Sopir angkot itu kemudia memutilasi korban lalu mengubur jasad korban dengan menggunakan semen yang terdapat di rumah kontrakan korban di Cipayung, Jakarta Timur.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan bahwa sang pelaku membunuh korban karena kesal dengan kata-kata kasar yang dilontarkan oleh sang korban.

Seperti yang dilansir oleh detik.com, “ Pelaku diminta datang ke kosan, kemudian saat di TKP pelaku dan korban cekcok mulut karena pelaku minta ongkos untuk jaga di kosan korban dang ongkos pulang ke rumah korban tidak dikasih dan bahkan menurut pelaku, korban mengeluarkan kata-kata kasar yang menghina pelaku dan keluarga pelaku,” ujar AKBP Hendy, Selasa (1/11/2016).

Hendy pun mengatakan, bahwa pembunuhan ini dilakukan pada hari Senin (24/10) sekitar pukul 07.45 WIB di kontrakan korban di Jl Raya Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi.

Berikut kronologi berita tersebut yang dikutip dari detik.com :

Senin (24/10)

Pukul 07.40 WIB, pelaku tiba di kontrakan korban, terjadi percekcokan. Cekcok mulut dikarenakan pelaku meminta ongkos untuk jaga di kostan korban dan ongkos pulang.

Korban menolak permintaan pelaku dan berbicara kasar mengenai pelaku dan keluarga pelaku.

Pelaku naik pitam kemudian memukul korban dengan tangan kosong. Korban pun juga dianiaya dengan dipukul menggunakan besi.

Beberapa saat setelah insiden pemukulan, korban tak sadarkan diri. Pelaku panik dan akhirnya memanggil sopir taksi online Gusfairi untuk mengangkat jasad korban.

Kepada Gusfairi, sang pelaku mengatakan bahwa korban sakit dan memintanya untuk membawa korban ke kontrakan sang pelaku di daerah Cipayung, Jakarta Timur.

Setelah sampai kontrakan pelaku, pelaku memanggil temannya Rudi Hartono untuk menggali tanah di kontrakan nomor 5 sedangkan sang pelaku tinggal di kontrakan nomor 3.

Pada saat Rudi menggali, korban disembunyikan terlebih dahulu di dalam toilet WC dan kemudian badan korban dipotong-potong sebanyak 13 potongan agar lobang yang telah dibuat mampu mengubur jasad korban.

Kemudian potongan-potongan badan korban dibungkus oleh plastik dan dibawa oleh pelaku ke lubang yang sudah dibuat oleh Rudi.

Melihat kejadian tersebut, Rudi kaget namun merasa terlanjur maka Rudi membantu pelaku untuk menutupi galian tersebut dengan semen.

Minggu (30/10)

Pembunuhan tersebut akhirnya terbongkar setelah kakak korban menaruh kecurigaan karena korban tidak muncul selama beberapa hari.

Kakak korban menanyakan keberadaan adiknya kepada sang pelaku dan sang pelku mengakui bahwa dirinya telah membuh korban.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaAgus Optimis Program BLT Tekan Angka Kemiskinan Masyarakat Ibukota
Berita berikutnyaSiapkan diri Supermoon Terbesar Terjadi Pada 14 November Ini