Terungkap! Ternyata Ilmuwan NASA Benarkan Tanda-Tanda Kiamat Dalam Islam


suara-terompet-sangkakala-dalam-kitab-suci-prae3ykstg

Sebagai seorang muslim, tentu kita meyakini bahwa dunia ini pasti memiliki batas akhir atau yang dikenal sebagai kiamat. Sama halnya seperti manusia, akhir dari kehidupan tidak diketahui waktunya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala merahasiakan hal ini. Bahkan, para Rasul-Nya juga tidak  pernah tahu rahasia kapan hari penting itu tiba.

Meski begitu,  seperti dilansir dari IslamPos, kita telah diberitahu tanda-tanda akan tibanya hari kiamat. Di mana Rasulullah telah menyampaikannya melalui hadis-hadis yang telah disampaikan. Begitu banyak tanda yang menunjukkan kedatangannya.

Ada yang kini mulai terlihat, ada pula yang belum. Salah satu tanda yang belum terjadi adalah adanya tiupan sangkakala.

Dalam hadis shahih diriwayatkan, Abu Hurairah Radhiyallaahu ‘Anhu berkata, Rasulullah bersabda, “Ketika Allah telah selesai menjadikan langit dan bumi, Allah menjadikan sangkakala (terompet) dan diserahkan kepada malaikat Israfil, kemudian ia letakkan dimulutnya sambil melihat ke Arsy menantikan bilakah ia diperintah.”

Saya bertanya, “Ya Rasulullah apakah sangkakala itu?” Jawab Rasulullah, “Bagaikan tanduk dari cahaya.” Saya tanya, “Bagaimana besarnya?” Jawab Rasulullah, “Sangat besar bulatannya, demi Allah yang mengutusku sebagai nabi, besar bulatannya itu seluas langit dan bumi, dan akan ditiup hingga tiga kali. Pertama, nafkhatul faza’ (untuk menakutkan). Kedua, nafkhatus sa’aq (untuk mematikan). Ketiga, nafkhatul ba’ats (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan).”

Sedangkan dalam Al-Quran tentang kiamat Allah berfirman, “Dan pada hari ketika terompet ditiup, maka terkejutlah semua yang di langit dan semua yang di bumi kecuali mereka yang di kehendaki Allah. Dan mereka semua datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri,” (QS. An-Naml: 87).

Dalam hadis di atas disebutkan bahwa sangkakala atau terompet malaikat Israfil itu bentuknya seperti tanduk dan terbuat dari cahaya.

Ukuran bulatannya seluas langit dan bumi. Bentuk laksana tanduk mengingatkan kita pada terompet orang–orang jaman dahulu yang terbuat dari tanduk.

Siapa sangka ternyata hal ini sesuai dengan hasil penelitian ilmiah yang dikemukakan oleh Prof. Fraink Steiner tentang alam semesta yang ternyata berbentuk terompet dengan menggunakan alat “Wilkinson Microwave Anisotropy Prob” (WMAP), milik  badan antariksa Amerika Serikat, NASA.

Menjelang kiamat, Rasulullah memberi penjelasan bahwasannya kiamat akan terjadi saat terlihat matahari terbit dari barat.

“Tidak akan terjadi kiamat sehingga matahari terbit dari tempat terbenamnya, apabila ia telah terbit dari barat dan semua manusia melihat hal itu maka semua mereka akan beriman, dan itulah waktu yang tidak ada gunanya iman seseorang yang belum pernah beriman sebelum itu,” (Riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah. Dan riwayat Ahmad, Abu Dawud dan Ibn Majah).

Sama halnya seperti terompet, peristiwa matahari akan terbit dari barat sudah mendapat pembenaran dari salah seorang ilmuwan NASA.

Melalui penelitiannya, Demitri Bolykov menyebutkan bahwa pergerakan bumi tiap tahun bertambah cepat dan pada suatu saat akan mengakibatkan dua kutub magnet (poros) bumi berganti tempat. Bolykov menyebut “gerak” perputaran bumi akan mengarah pada arah yang berlawanan. Ketika hal ini terjadi bukan tidak mungkin matahari memang akan terbit dari barat

 


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaWow! Diam-Diam Pemain Asal Bandung Ini Jalani Debut di Liga Spanyol
Berita berikutnyaSajikan Menu Khusus ‘Pembantu’ dan Baby Sitter, Resto Ini Bikin Geger Netizen