Heboh! Demi Menang di Miss Grand Internasional, Ternyata Ariska Harus Tanggalkan Jilbabnya


    14721660_675592445932668_884986108259442376_n

    Tampilnya Ariska Putri Pertiwi sebagai jawara Miss Grand Indonesia mewakili Indonesia memang membanggakan, namun ternyata juga menumbulkan pro dan kontra tersendiri. Ada apa?

    Pasalnya seperti dilansir dari TribunMedan, Ika panggilan akrab Ariska harus menanggalkan jilbabnya untuk bisa mengikuti ajang tersebut melalui Yayasan Putri Indonesia usai mendapatkan peringkat runner-up 3 di ajang Putri Indonesia.

    Hal ini diungkap oleh Kepala Humas Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Zakaria Siregar saat dihubungi, Kamis (27/10/2016).

    “Sebagai mahasiswa UISU setiap masuk ruangan harus berbusana Islami (berhijab), termasuk masuk ke kelas. Sudah ada peraturannya yang sudah kita sosialisasikan selalu,” kata Zakaria.

    Kendati demikian, menurutnya sah-sah saja jika dalam kegiatan yang diikuti Ariska menanggalkan hijabnya. Seperti misalnya dalam kegiatan kontes kecantikan yang diikuti Ariska.

    Apalagi dalam kegiatan yang diikuti Ariska itu bisa menghasilkan prestasi tingkat internasional yang kini menyabet sebagai juara Miss Grand International 2016.

    Zakaria mengatakan keikutsertaan Ariska dalam ajang Miss Grand Indonesia mewakili Yayasan Putri Indonesia bukan dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU).

    Tidak hanya mau menanggalkan jilbab, dalam beberapa kesempatan Ariska di ajang puteri kecantikan juga menampilkan dirinya mengenakan busana terbuka.

    Pada malam final Miss Grand International Ariska tampil terbuka mengenakan bikini two piece, dia tampak percaya diri memakai busana tersebut.

    Ini memang harus dijalani oleh Ariska pasalnya mengenakan bikini atau swimsuit competition salah satu penilaian juri untuk bisa memenangkan ajang tersebut.

    ariska-putri-pertiwi-saat-mengenakan-busana-swimsuit-competition_20161027_142750

    Seperti yang diketahui hingga saat ini Ariska tercatat sebagai mahasiswi UISU. Dia tercatat sebagai mahasiswi Fakultas Kedokteran (FK) UISU angkatan tahun 2012.

    “Sah-sah aja, dia mewakili yayasan Puteri Indonesia, bukan mewakili UISU. Tapi memang dia mahasiswi FK UISU,” ujarnya.

    Kendati menjuarai ajang bertaraf internasional, namun Ika panggilan akrab Ariska Putri Pertiwi di kampusnya Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Medan termasuk biasa-biasa saja.

    Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Ariska tergolong tak mencolok dibandingkan siswa FK UISU pada umumnya, seperti yang disampaikan pembantu Dekan III Fakutas Kedokteran UISU, Alamsyah Lukito.

    “Dia humoris, kita sering undang dia untuk memberikan motivasi. Prestasinya memang luar biasa.”

    Namun, Ariska dikenal humoris dan pandai bergaul. Ia juga kerap diminta untuk memberikan motivasi kepada mahasiswa UISU yang lain.

    “Terakhir dia memberikan motivasi kepada para mahasiswa saat Pekan Olahraga dan Seni UISU Mei tahun 2016 lalu,” kata Alamsyah.

      http://credit-n.ru/zaymyi-next.html