Kepala BNN dan Anies Baswedan ‘Saling Serang’ Soal Buku Antinarkoba


    433260_620

    Pada saat Anies Baswedan masih menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso atau kerap dipanggil Buwas pernah mengusulkan untuk membuat buku sosialisasi antinarkoba

    Rencananya, buku tersebut akan diedarkan untuk tingkat TK, SD, SMP hingga SMA. Dikarenakan buku tersebut akan didistribusikan untuk para pelajar, maka Buwas harus meminta izin terlebih dahulu ke Anies selaku Mendikbud.

    Bahkan tidak hanya ingin membuatnya saja, Buwas meminta kepada Anies agar buku tersebut dimasukkan ke dalam Kurikulum 2016. Ternyata, apa yang diharapkan oleh Buwas meleset. Buku itu tidak dimasukkan ke dalam Kurikulum 2016, padahal waktu pengajuan, Anies sudah mengatakan akan memberikan dukungan dan izin.

    “Tapi 2016 ternyata tidak masuk ke dalam kurikulum. (Anies Baswedan bilang) Iya iya saja. Tapi realisasinya kan enggak ada,” ujar Buwas, seperti yang dilansir oleh Tribunnews (26/10/2016).

    Namun ketika dikonfirmasi kepada Anies yang sekarang sudah bukan lagi menjabat sebagai Mendikbud, pria yang mencalonkan diri sebagai calon Gubernur DKI Jakarta ini justru berkata lain.

    “Emang negara diurus pakai obrolan begitu? Pak Buwas ngerti -lah cara urus negara yang benar. Ngurus negara itu ya pakai proses. Tanyain Pak Buwas, Pak Anies nanya, ada enggak suratnya? Kalau ada, nomornya berapa, tanggalnya berapa. Dari situ kemudian bisa dinilai siapa yang ngomong-ngomong, siapa yang iya iya, siapa yang enggak. Iya dong. Hari gini atur negara pakai katanya,” kata Anies.

    Bahkan, Anies mengatakan bahwa dirinya bertemu Buwas hanya sekali, yaitu sehari sebelum dia dicopot sebagai mendikbud di era Jokowi pada tanggal 26 Juli 2016 lalu dalam acara Jambore Nasional di Pangkep, Sulawesi Selatan.

    Tidak hanya mengatakan itu saja, Anies juga menyatakan bahwa memang dirinya dan Buwas duduk bersebelahan, akan tetapi tidak ada obrolan yang menyangkut masalah buku antinarkoba untuk para pelajar itu.

    Tentu saja setlah Buwas mengklaim bahwa dirinya sudah mengajukan dan mendapat persetujuan namun akhirnya hanya pepesan kosng belaka, Anies mengaku bingun dengan apa yang diklaimkan petinggi BNN itu. Walaupun begitu, Anies akan segera memeriksa kembali apakah benar Buwas pernah mengajukan permintaan tersebut ke Kemendikbud.

    “Kurikulum 2016 itu enggak ada, ngawur. Mengenai karangan Pak Buwas ini, saya berharap orang sekelas Pak Buwas bicara berdasarkan data, jadi kalau memang beliau katakan sesuatu ya buktikan,” kata Anies.

    Sampai sekarang, belum ada lagi pernyataan lain dari kedua belah pihak. Namun, pada waktu pengajuan setelah Buwas merasa buku sosialiasi antinarkoba yang digagasnya tidak tembus, maka dia mengajukan buku tersebut kepada Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, sayangnya bernasib sama.

    Oleh karenanya, Buwas memberanikan diri untuk langsung maju ke hadapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar dapat merealisasikan penyebaran buku antinarkoba itu sekaligus melaporkan kinerja menteri dalam kabinetnya itu.

    Sekarang ini, Buwas ingin mengegolkan gagasannya itu dengan kembali dengan melakukan koordinasi dengan Mendikbud sekarang ini.