Polisi Ringkus Penyebar Hoax Tentang Amien Rais


titoPenyidik Bareskrim Polri telah berhasil menangkap pelaku yang diduga sebagai penyebar berita palsu atau hoax soal instruksi Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Dalam berita tersebut menyebutkan bahwa Kapolri memerintahkan Bareskrim untuk memeriksa mantan Ketua MPR RI, Amien Rais karena telah menuding Presiden Joko Widodo melindungi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Ada pula gambar berupa slide show yang menunjukkan instruksi Kapolri antara lain untuk mengerahkan tokoh masyarakat dan agama untuk mendukung Ahok dalam pilkada serentak.

Kasubdit Cyber Crime Dittipideksus Kombes Himawan Bayu Aji membenarkan penangkapan tersebut. Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan.

“Pelakunya sudah kita tangkap, sekarang masih dalam proses pemeriksaan,” kata Himawan, dikutip dari jawapos.com, Rabu (26/10/2016).

Namun, Himawan enggan mengungkapkan identitas pelaku tersebut secara rinci. Ia juga tak mau menyebutkan secara detail peran dan motif pelaku menyebarkan berita hoax itu.

Ia menjelaskan, penyidiknya masih terus mendalami motif pelaku yang menyebarkan berita hoax itu.

“Kami dalami dulu,” kata dia, dikutip dari kompas.com.

Mantan Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten ini mengaku belum dapat memastikan akan menyampaikan identitas pelaku penyebar berita hoax tersebut.

“Tergantung, kita lihat dulu hasil indetifikasinya, nanti koordinasikan dengan Direktur (Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim),” sambungnya.

Sebelumnya, Polri sedang gencar memburu pelaku kasus penebar berita bohong soal arahan di Pilgub DKI Jakarta.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian memastikan sudah mengantongi identitas pelaku. Jajaran Subdit Cyber Crime Bareskrim Polri juga sudah melakukan pengejaran.

“Sedang dilacak sama Tim Cyber Crime. Dan saya sudah jelas menyampaikan semuanya enggak benar. Sumbernya juga enggak jelas, jadi saya minta untuk tidak percaya,” kata Tito di Mabes Polri, Rabu (19/10/2016).

Tito menjelaskan, berita bohong itu awalnya muncul ke media sosial dari sebuah situs yang tidak jelas sumbernya.

“Kemudian yang soal Pak Amien Rais itu juga dari medsos. Awalnya yang juga enggak jelas, maaf, dari www.lont*bola.com, mohon maaf ya. Memang seperti itu. Kita lagi lacak ini dari siapa ini,” terang Tito.

Tito menduga, ada sejumlah pihak yang dengan sengaja ingin membuat keruh suasana menjelang pelaksanaan Pilkada Setentak 2017 mendatang dengan melemparkan isu isu sensitif.

“Ya mungkin sengaja ingin menyudutkan. Pelaku ini terancam Undang-undang tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE),” ucap Tito.

Oleh karena itu, Tito Karnavian meminta masyarakat untuk lebih cerdas dalam memilah pemberitaan untuk diyakini kebenarannya.

Penyebar pemberitaan hoax itu terancam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.