Jika Ahok tak Segera di Periksa Polisi, FPI Akan Lakukan Ini


ahok habib rizieq kanalberita.net

Front Pembela Islam atau FPI menyatakan berjanji akan melakukan aksi lagi yang dengan skala besar apabila Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok tidak segera di proses secara hukum oleh pihak kepolisian terkait kasus dugaan penistaan Al-Quran.

Menurut petugas di kesekretariatan FPI di Petamburan, Jakarta Pusat, Syahroji, organisasi masyarakat (ormas) keagamaan yang didirikan oleh Habib Rizieq Shihab tersebut akan terus mengawal kasus yang melecehkan agama Islam itu.

Bahkan, apabila pihak kepolisian hingga akhir bulan Oktober nanti belum menyentuh kasus Ahok, FPI yang bertindak sebagai pelapor akan menggelar aksi besar-besaran pada 4 November 2016 mendatang.

“Tak ada alasan bagi Bareskrim untuk tidak menangkap Ahok. Jika lamban, insya Allah tanggal 4 November kita akan buat aksi serupa seperti di Balai Kota lalu dengan jumlah massa lebih besar,” ujar Syahroji di kantor DPP FPI, Petamburan, Jakarta, Sabtu (22/10/2016), dikutip dari jpnn.com.

Kemudian ketika Syahroji dibubuhi pertanyaan tentang sejauh mana FPI mengawal kasus Ahok tersebut, dirinya tidak bisa menjelaskan secara rinci.

“Yang jelas FPI telah mendesak Bareskrim untuk segera menangkap Ahok,” sambungnya, dikutip dari jajar.co.id.

Sepekan sebelum pernyataan Syahroji ini, tepatnya pada Jumat (14/10/2016) ribuan massa dari berbagai ormas Islam yang termasuk di dalamnya terdapat FPI menggelar aksi di depan Balai Kota DKI Jakarta. Dalam aksinya mereka menuntut agar polisi segera menangkap Ahok yang diduga menista Al-Quran.

Dalam aksi yang digelar Jumat lalu itu, para pendemo juga meminta kepada kepolisian untuk memenjarakan Ahok yang dianggap telah menghina Al-Quran.

“Kami minta polisi menangkap Ahok, kalau tidak kami b***h,” kata Ketua FPI Muhammad Rizieq Shihab dalam orasinya saat memimpin demonstrasi di depan Balai Kota pada Jumat, 14 Oktober 2016, dikutip dari tempo.co.

Tak hanya itu, dalam orasinya Habib RIzieq juga mengajak massanya merangsek ke depan Balai Kota Jakarta.

“Presiden membela Ahok, aparat diam, b***h Ahok,” kata Habieb berteriak lantang waktu itu.

Melihat kondisi ricuh, polisi lantas berusaha meredam masa dengan memutar lagi islami. Namun, massa FPI justru marah mendengar suara tersebut. Massa kemudian melemparkan botol bekas air minum kemasan ke mobil polisi di depan gedung Balai Kota.

Kemudian untuk meredam kericuhan massa, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochammad Iriawan dan Pangdam Jaya Mayor Jenderal Teddy Lhaksamana turun tangan. Mereka berdua lantas meredakan amarah Habib Rizieq yang terus meningkat.

“Kami berharap demonstrasi berjalan damai dan massa pulang dengan tertib,” ucapnya.

Kasus Ahok ini terjadi saat dirinya berkunjung ke Kepulauan Seribu pada September lalu menyebutkan Surat Al-Maidah dalam pidatonya di depan masyarakat.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaJadi Muallaf, Ronaldo Merubah Namanya Menjadi Khaerul Hafiz
Berita berikutnyaSMRC Sebut Jokowi Bisa Terpilih Lagi Jadi Presiden