Pangeran Arab Saudi Dieksekusi Mati Setelah Tembak Warga


161019030239_arab_saudi_640x360_getty_nocredit

Setelah pengadilan setempat menyatakan Pangeran Arab Saudi, Turki Saud al-Kabir bersalah karena menembak mati warga, pangeran tersebut dieksuki mati. Pemerintah setempat tidak melaporkan secara resmi mengenai cara eksekusinya, namun sebagian percaya jika Pangeran Turki dipenggal seperti aturan yang selama ini berlaku di Kerajaan Saudi Arabia.

Dilansir dari merdeka.com, angeran Turki sebelumnya telah menyatakan bersalah menembak hingga tewas Adel al-Mohaimeed setelah terlibat perkelahian. Hal itu pernah disampaikan pihak kementerian dalam negeri dalam pernyataan yang dimuat oleh kantor berita SPA.

Anggota keluarga korban menolak menerima “uang darah” atau kompensasi keuangan dengan balasan agar tidak menuntut hukuman mati, lapor Al-Arabiya.

Menurut kantor berita APF, Pangeran Turki adalah orang yang ke-134 yang dieksekusi mati di Saudi sepanjang tahun ini.

Sebagian besar mereka yang dihukum mati di Saudi adalah yang terlibat dalam kasus pembunuhan, pengedar narkoba dan juga yang terkait dengan jaringan terorisme. Pada Januari silam, ada 50 orang dieksekusi mati karena terlibat dalam terorisme, salah satunya adalah ulama Syiah ternama, Nimr al-Nimr.

Meski demikian, eksekusi kali ini dianggap istimewa, lantaran sangat jarang ada keluarga kerajaan yang menjalani hukuman mati. Salah satu eksekusi mati kepada keluarga kerajaan yang cukup terkenal adalah yang dilakukan pada Faisal bin Musaid al Saud, yang membunuh pamannya, Raja Faisal, pada 1975.

Saudi memang masih menerabkan hukuman Qisas. Qisas adalah prinsip hukum yang mensyaratkan pembalasan setara. Contohnya, dalam kasus pembunuhan, jika seseorang membunuh korbannya hingga mati maka si pelaku harus dihukum mati pula.

Hukuman mati sendiri kebanyakan dilakukan dengan cara dipenggal kepalanya. Di Saudi, tempat yang paling terkenal sebagai tempat qisas adalah Masjid Qisas. Masjid ini terletak di Balad Jeddah, berhadapan langsung dengan Departemen Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi.

Pada satu sudut masjid yang menjadi lokasi eksekusi mati atau hukuman pancung. Posisinya persis di samping masjid. Luasnya tak seberapa bahkan terbilang kecil kurang lebih 25 meter persegi dan berlantai keramik.

Dilansir dari dream.co.id, disebutkan jika pemenggalan terpidana mati biasanya dilakukan secara terbuka selepas sholat jumat. Selepas kepala terpenggal, jenasah langsung dibersihkan dan di sholatkan di tempat tersebut lantas dimakamkan.