Karena Bukan Muhrim, Pendaki Wanita Ini Menolak Dievakuasi Regu Penyelamat


pendaki-wanita-echigo

Gunung atau pegunungan merupakan suatu tempat yang memiliki longitude lebih tinggi dibandingkan dengan daratan sekitarnya. Banyak orang yang memiliki hobi mendaki, pecinta alam sampai dengan yang masih awam dan hanya sekadar ingin tir-tiru tren melakukan pendakian.

Tentunya, dikarenakan gunung atau pegunungan merupakan tempat yang dapat dikatakan tidak ramah terhadap siapa saja karena selain suhu, ada pula medan ekstrem yang dapat saja membuat seseorang cedera karena jatuh atau terperosok ke suatu tempat yang lebih rendah.

Di setiap area yang menjadi favorit para pendaki atau pecinta alam, selalu ada tim khusus yang salah satu tugasnya adalah melakukan evakuasi. Mereka rela melakukan apa saja demi untuk menyelamatkan korban yang membutuhkan pertolongan dengan segera dan dapat diangkut ke posko atau rumah sakit terdekat agar mendapatkan bantuan medis.

Sayangnya, apa yang dialami oleh tim evakuasi dari Sindoro_Sumbing ketika akan mengevakuasi seorang pedaki wanita terbilang unik, aneh sekaligus lucu.

Pasalnya, beberapa bulan lalu, ada seorang pendaki wanita yang cedera parah pada bagian kakinya dan dia tidak sanggup untuk berdiri, apalagi harus berjalan menuruni Gunung Sumbing, tidak mau dievakuasi tim basecamp Sindoro_Sumbing hanya karena mereka yang mau menyelamatkannya bukan muhrim.

Alih-alih bersedia dievakuasi agar dapat menyelamatkan dirinya sendiri dan membantu tim agar kerjanya cepat selesai, sang wanita tersebut justru mengomel dan memberikan dalil-dalil mengenai muhrim dan haram.

Karena anggota tim evakuasi hanya terdiri dari kaum pria saja, sang pendaki wanita tersebut tetap menolak untuk dievakuasi. Tentu saja hal tersebut membuat suasana semakin runyam karena dari pihak tim evakuasi ingin agar korban segera mendapatkan pertolongan, sedangkan sang pendaki wanita tetap bersikukuh tidak mau jika bukan muhrimnya.

Memang, dalam Pasal 29, Ayat 2 UUD 1945 menyatakan bahwa setiap warga negara Indonesia wajib menghormati keyakinan agama masing-masing individu, akan tetapi apa yang terjadi di Gunung Sumbing waktu itu adalah mengedepankan sisi kemanusiaan dan mengesampingkan masalah agama.

Lantaran korban tetap ngotot tidak mau dievakuasi karena regu penyelamat bukan muhrim, akhirnya tim basecamp Sindoro_Sumbing berusaha menghormati keyakinan korban dengan memanfaatkan hammock sebagai alat evakuasi dan memakaikan jaket tebal kepada sang pendaki wanita agar dapat menjaga jarak sehingga tidak bersinggungan langsung antara kulit dengan kulit.

Walaupun dapat dikatakan sangat menyusahkan dan memperlambat proses evakuasi, akhirnya regu penyelamat dapat membawa korban turun dan segera mendapatkan pengobatan.

Uniknya, ketika ngotot tidak mau dievakuasi oleh tim penyelamat hanya lantaran bukan muhrim, si pendaki wanita tersebut mendaki Gunung Sumbing bersama pacarnya yang notabene juga bukan muhrimnya.

Dikarenakan hal inilah, admin tim basecamp Sindoro_Sumbing langsung menuliskan pengalaman mereka tersebut di akun Twitter resmi mereka, pada bulan Agustus 2016 lalu.

Pada dasarnya, sang admin atau para regu penyelamat tidak ingin mengomentari masalah keyakinan seseorang, agama ataupun sejenisnya, hanya saja lebih menekankan pada bagaimana melakukan persiapan yang matang sebelum dan saat pendakian.

“Jika memang tidak ingin bersentuhan dengan bukan muhrim, sebaiknya mengajak muhrimmu yang berpengalaman di dunia pendakian untuk mendampingimu. Jadi, bila nanti terjadi sesuatu hal yang membahayakan di gunung, Kamu tidak merepotkan orang lain,” seperti kicauan admin @Sindoro_Sumbing, via Phinemo.com (17/10/2010).

Ditambahkan pula, gunung bukanlah mall atau juga palygroud yang dapat dikunjungi dan dibuat bermain dengan nyaman. Jika memang sudah memastikan diri untuk mendaki, maka wajib hukumnya untuk mengetahui konsekuensi yang bakal terjadi dan siap menghadang perjalanan sewaktu-waktu.

Tidak sedikit yang mengalami cedera ringan sampai parah, bahkan ada yang akhirnya pulang tinggal nama, ketika melakukan pendakian. Oleh karenanya, disarankan agar mempersiapkan segala sesuatu sedetail mungkin sebelum berangkat.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaKapolda Sumsel Dipalak Anggotanya Saat Menyamar jadi Warga Biasa
Berita berikutnyaTommy Soeharto Bikin Partai Baru, Ini Reaksi Golkar