Ancam B***h Ahok, Habib Rizieq Bakal Diperiksa Polisi


072030100_1426517814-nusron_wahid_ke_kmk__foto_5_

Kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terus bergulir. Meski sudah meminta maaf atas pernyataannya yang dianggap melecehkan Surat Al Maidah Ayat 51, sejumlah golongan sepertinya belum ikhlas menerima.

Puncaknya kemarin Jumat (14/10/2016), sejumlah ormas menggelar demo anti-Ahok yang dihadiri ribuan orang. Mereka melakukan longmarch menuju Bareskrim Mabes Polri di Jalan Medan Merdeka Timur.

Unjuk rasa itu juga dihadiri oleh salah satu petinggi Partai Amanat Nasional, Amien Rais, dan Ketua Bidang Advokasi ‎DPP Gerindra Habiburokhman. Dalam orasinya, para pendemo menuntut polisi mengusut tuntas kasus Ahok.

Amien juga menyampaikan kekecewaannya di depan awak media, terkait tidak adanya tindakan yang diambil Presiden Jokowi. Menurut Amien, jika dia yang jadi presiden, dia akan segera memberi instruksi kepada Bareskrim dan Kejaksaan untuk mengusut kasus Ahok.

Terkait demo anti-Ahok, Nusron Wahid selaku Kordinator Pemenangan Pemilu Golkar Wilayah Jawa-Sumatera akhirnya angkat bicara. Nusron mengatakan jika Ketua Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq, juga akan diperiksa pihak berwajib. Pemeriksaan itu dilakukan lantaran Rizieq sempat melontarkan ancaman membunuh Ahok.

Di depan para pendemo, Rizieq diketahui sempat membacakan sebuah petisi. Pernyataan dalam petisi itulah yang kemudian dinilai oleh Nusron berisi ancaman bagi Ahok. Begini bunyinya:

“Jika negara dan pemerintah Indonesia melindungi penista agama, maka para habaib dan ulama yang tergabung bela Islam menyerukan, umat Islam akan bertindak secara bersama-sama atau sendiri-sendiri menegakan hukum Islam, yaitu hukuman mati”.

“Nanti Habib Rizieq juga akan diperiksa karena sudah mengancam akan membunuh Ahok,” kata Nusron kepada Tribunnews di Jakarta, Sabtu (15/10/2016).

Nusron juga menambahkan bahwa kasus yang menimpa Ahok, bukan lagi persoalan individu. Menurutnya, kasus ini sudah menjadi persoalan kebangsaan. Dia menilai seharusnya kasus ini tak lagi diperpanjang, mengingat Ahok sudah meminta maaf kepada seluruh umat Islam.

Pernyataan itu juga sudah disampaikannya berulang kali di depan media. Namun seperti pedang bermata dua, kata-kata Nusron justru membuatnya ikut dituding melecehkan para ulama MUI. Pasalnya, MUI sudah menyatakan bahwa Ahok sudah melakukan penistaan agama dan melecehkan para ulama.

Tudingan itu tak lepas dari pernyataan Nusron yang disampaikannya saat menghadiri sebuah acara di stasiun televisi swasta. Dia dianggap terlalu membela Ahok dan terkesan menyerang MUI. Tindakan itu lantas menyulut unjuk rasa yang digawangi oleh mahasiswa dari PMII dan HMI.

Mereka menggelar unjuk rasa di depan kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (14/10/2016). Kelompok mahasiswa itu menuntut Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memecat Nusron Wahid.