Amien Rais Minta Jokowi Dan Jusuf Kalla Tak Lindungi Ahok


    amien-rais

    Lama tak terdengar, kemunculan Amien Rais ke muka publik justru memicu kontroversi. Komentarnya tentang Jokowi yang dianggap melindungi Ahok langsung mendapat serangan dari para netter. Banyak yang membandingkan mantan Ketua MPR RI itu dengan perilaku Presiden RI ke-3 BJ Habibie.

    Seperti dikutip dari Tribunnews.com (15/10/2016), komentar Amien yang mengimbau agar Presiden Jokowi dan Wapres JK supaya mencopot Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menuai tanggapan miring. Beberapa netizen ada yang mengingatkan tentang tragedi 98 kepada pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.

    Pada hari Jumat (14/10/2016) lalu, Amien menghadiri demo yang digagas oleh beberapa organisasi masyarakat di depan kantor Bareskrim Polri. Kepada harian Republika, Amien mengaku khawatir, jika Jokowi turut melindungi Ahok, itu justru akan membuat namanya jadi jelek di mata masyarakat.

    “Sebagai profesor UGM, sebagai mubaligh, saya imbau Pak Jokowi jangan lindungi Pak Ahok itu. Ini masalah penghinaan agama, masak katanya Al Maidah digunakan untuk membohongi. Kalau saya jadi Jokowi saya minta Bareskrim mengusut Ahok,” imbau Amien, seperti dilansir dari Detik.com.

    Amien juga menyampaikan kekecewaannya di depan awak media, terkait tidak adanya tindakan yang diambil Presiden Jokowi. Menurut Amien, jika dia yang jadi presiden, dia akan segera memberi instruksi kepada Bareskrim dan Kejaksaan untuk mengusut tuntas kasus Ahok.

    Aksi unjuk rasa kali ini memang dilatarbelakangi kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok. Beberapa waktu lalu, beredar sebuah video yang menampilkan sosok Ahok sedang berpidato di depan warga Kepulauan Seribu. Dalam pidatonya, dia menyinggung surat Al Maidah ayat 51, yang kemudian oleh kebanyakan orang dianggap melecehkan ayat suci Al-Quran.

    Dalam unjuk rasa itu, para demonstran anti-Ahok bergerak dari Masjid Istiqlal menuju ke Balai Kota DKI. Sementara perwakilan massa yang hendak melaporkan Ahok sudah ditemui Kabareskrim Komjen Ari Dono di kantor sementara Bareskrim di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

    Perihal kasus dugaan penistaan agama yang menimpanya, Ahok sebetulnya sudah menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat Islam di Indonesia. Di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/10/2016), Ahok berulangkali mengatakan bahwa dia tidak ada niatan untuk melecehkan apalagi menistakan ayar suci Al-Quran. Oleh karena itu, Ahok meminta agar polemik mengenai ucapannya itu tak lagi diperpanjang.

    Ahok sadar bahwa komentarnya telah mengganggu keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara. Di depan awak media saat itu, Ahok juga mengatakan jika dia tidak sepantasnya membahas urusan agama di depan publik. Saat peristiwa itu terjadi, dia sedang melakukan kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu pada 27 September 2016 lalu.