Dokumen Hasil Investigasi Munir Lenyap, Alex Lay: Yang Menerima Pak SBY


munirpic

Komisi Informasi Publik meminta kepada jajaran pemerintah yang berwenang untuk membuka dokumen hasil investigasi Tim Pencari Fakta (TPF) kasus Munir. Namun, Kementrian Sekretariat Negara (Kemensesneg) mengungkapkan bahwa mereka tidak memiliki dokumen hasil investigasi kasus Munir yang dimaksud.

Hal ini dipertegas oleh Staf Khusus Kementrian Sekretaris Negara, Alex Lay.

“Fakta persidangan dengan pembuktian dari Kemensesneg bahwa memang di 2005 Kemensesneg tidak pernah menerima laporan TPF. Dibuktikan juga dalam daftar surat masuk di 2005, enggak ada dokumen laporan TPF,” ujar Alex di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, pada Rabu (12/10/2016) seperti dilansir merdeka.com.

Alex menambahkan bahwa dokumen TPF Munir telah diterima oleh Presiden Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2005. Namun hingga sekarang, Kemensesneg tidak pernah menerima maupun memiliki laporan tersebut.

“Yang menerima Pak SBY, sejumlah eksemplar dan sesneg-seskab tidak memegang arsipnya. Itu yang terungkap baik di persidangan maupun publik,” tambahnya.

Alex mengatakan bahwa pihaknya telah mencari dan mengecek keberadaan dokumen tersebut, namun tidak ditemukan.
Alex juga mengungkapkan bahwa sejumlah pegawai telah dikerahkan untuk mencari dan mengecek secara berulang-ulang.

“Kita cek di dokumen tidak ketemu, tanya pegawai yang kurang lebih bekerja di masa itu mereka mengatakan kita tidak mengadministrasi penerbitan keppres tersebut, tidak juga mengurus administrasi, termasuk tidak day to day dengan TPF,” terang Alex.

Oleh sebab itu, Alex menjelaskan bahwa pihaknya tidak berhak untuk menyampaikan isi dokumen TPF Munir sebagaimana yang diminta oleh Komisi Informasi Publik.

Seperti dilansir dari laman Detik, hal senada juga diungkapkan oleh Asisten Deputi Hubungan Masyarakat Kemensesneg Masrokhan yang tidak bisa menjelaskan dan mengungkap dokumen TPF Munir. Alasannya sama karena Kemensesneg sendiri juga tidak memiliki dokumen tersebut.

Mensesneg saat itu, Yusril Ihza Mahendra juga mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah menerima dokumen yang dimaksud saat menjabat.

“Sama seperti Pak Sudi, saya juga tidak menerima. Tidak ada dokumen itu yang masuk ke Setneg,” tegas Yusril.

Mengenai hilangnya dokumen TPF Munir, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengaku bahwa pihaknya belum mengetahuinya dan akan dilakukan pengecekan terlebih dahulu.

“Oh..saya belum tahu. Nanti akan saya tanya ke Polda Metro dan Kabareskrim akan saya tugaskan,” kata Tito di Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Rabu (12/10/2016).

Misteri lenyapnya dokumen penting TPF Munir ini meninggalkan pertanyaan bagi sejumlah pihak. Bahkan, publik mengecam agar kasus Munir harus segera dituntaskan.