MUI Bongkar Rahasia Kasrin, Tukang Becak yang Mengaku Brangkat Haji Secara Misterius


kasrinMajelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Rembang, mengambil tindakan atas fenomena Kasrin, tukang becak yang diisukan berangkat haji secara gaib.

Langkah ini diambil untuk menelusuri kisah Kasrin (60), warga dusun Gembul desa Sumberejo Kec. Pamotan. Ia diisukan berangkat ke tanah suci melalui bantuan makhluk halus sebangsa jin. Dan ia  tak terdaftar resmi di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Rembang.

Ketua MUI Kab. Rembang, Zaenudin Jafar menegaskan, umat muslim memang wajib percaya terhadap keberadaan makhluk gaib. Namun jangan mudah percaya terhadap hal yang belum pasti terbukti dan konyol, apalagi seseorang mengaku telah menunaikan ibadah haji tanpa mendaftarkan diri terlebih dahulu.

Zaenudin mengatakan, ia enggan menuduh apakah cerita itu berbohong atau tidak. Tapi akhir-akhir ini semakin banyak warga yang memanfaatkan kepercayaan dunia lain untuk disalahgunakan.

Oleh karena itu dalam waktu dua hari ini, MUI Kab. Rembang menggelar rapat guna menindaklanjuti masalah Kasrin. Bahkan pihaknya menyiapkan salah satu cara tepat untuk membuktikan apakah Kasrin benar – benar berada di tanah suci atau masih di Indonesia.

Selama Kasrin pergi meninggalkan rumah, sambungan komunikasi Kasrin dengan keluarga bisa dilacak posisinya sehingga semua informasi mengenai keberadaan Kasrin dapat di deteksi dan informasi tersebut mesti dikaji sampai pada akhirnya MUI mengumumkan simpulan.

Cara lain tim yang dibentuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menyelidiki kasus  tersebut adalah dengan menyamar sebagai warga yang ingin berkonsultasi dan mendatangi rumah Kasrin.

Pada Jumat (7/10/2016) petang, tim tersebut menyambangi rumah Kasrin. Tak jauh berbeda dengan puluhan tamu lainnya, tiga orang tersebut pun bertamu layaknya masyarakat yang penasaran dengan ceritanya.

“Awalnya kami memang sengaja tidak bilang dari MUI,” jelasnya, dikutip dari radarpekalongan.com.

Tim mengajak bicara Kasrin sembari mengajukan beberapa pertanyaan seperti rukun dan syarat haji. Namun, saat ditanya kedua hal tersebut, Kasrin tidak mengetahui apa saja rukun dan syarat beribadah haji.

Zainuddin menambahkan, Kasrin tak tahu apa yang dilakukannya. Bahkan, saat ditanya apakah dia melihat kabah saat berada di Mekkah pun ia menjawab tidak. Tim lantas terus mengorek informasi secara lebih mendalam

Seperti lokasi thowaf yang versi Kasrin berada di lapangan. Namun, saat ditanya apakah lapangan itu ada di Makkah dia pun kembali menjawab tidak tahu.

”Tidak tahu apa itu wukuf. Arafah itu apa juga tidak tahu. Melihat Kabah juga tidak. Bahkan, baju ihrom yang paling pokok pun tidak punya. Pengakuannya, dia pakai baju putih,” tambahnya.

Dari berbagai pertanyaan tersebut, Kasrin juga tidak mengetahui atau tidak tahu menahu mengenai rukun atau syarat haji. Serta pakaian ihram yang menjadi pakaian wajib pada saat haji katanya juga tidak tahu.

Fakta lain yang dapat dikumpulkan oleh tim, Kasrin tak hafal bacaan-bacaan yang dilafalkan saat melaksanakan ibadah haji. Bahkan, doa keselamatan dunia akhirat pun dia tak mampu melafalkannya.

”Tapi, justru malah masyarakat berbondong-bondong minta doa ke sini (Pak Kasrin),” ungkapnya.

“Pak Kasrin juga menyebut jika dirinya tidak melihat Kabah, dan juga ketika kami tanya lokasi tawaf yang menurut Pak Kasrin berada di lapangan, namun apakah itu di Makkah atau tidak, dia mengaku tidak tahu. Dan hanya bilang mengikuti Bu Indi saja. Pak Kasrin juga tidak hafal bacaan-bacaan yang dilafalkan ketika berhaji,” terang KH Zaenuddin Jakfar, dikutip dari tribunnews.com.

Setelah informasi dirasa cukup, Zainuddin lantas mengungkapkan bahwa dia sebenarnya merupakan anggota MUI Rembang. Di hadapan Kasrin, tim lantas mengeluarkan kesimpulan bahwa Kasrin tak berangkat haji. Sebab, tak tahu rukun dan syarat haji, serta tak mengetahui tempat-tempat melaksanakan ibadah di Makkah.

“Sama sekali tidak mencerminkan dia pergi haji. Saya dari MUI, menyimpulkan jenengan tidak pernah melakukan ibadah haji,” jelasnya.

MUI Rembang menghimbau masyarakat agar tak mudah percaya dengan kabar Kasrin melaksanakan rukun Islam kelima itu tanpa mengetahui prosedur informasi yang sebenarnya.

”Kami menghimbau masyarakat jangan mengkultuskan Pak Kasrin ini,” pungkasnya.

Zaenudin Jaffar mengingatkan masyarakat agar lebih waspada. Jangan sampai fenomena tersebut dimanfaatkan orang lain untuk menjadi ladang penipuan mengikuti jejak Kasrin dan percaya terhadap pendaftaran jemaah haji lewat jalur gaib dengan mematok bayaran tertentu.

Kasrin membantah jika dirinya dituding ingin mencari sensasi tapi ia sulit memastikan apakah menjalani towaf, wukuf, lempar jumrah maupun syarat rukun wajib haji lainnya.

Ia lalu menjelaskan Kasrin berangkat 23 Agustus dan pulang 4 Oktober 2016. Soal penginapan, Kasrin menjelaskan bahwa berada di dalam hotel bersama dengan jemaah haji lain.

Namun ia heran, tidak ada jamaah yang melihat dirinya. Sedangkan ia bisa mengamati situasi di sekitar. Terkait air zam – zam yang disajikan kepada tamu, dibeli oleh anaknya di Indonesia. Bukan langsung dari tanah suci. Pengakuan yang lebih mengejutkan ketika Kasrin mengatakan selama berhaji pernah pulang sebanyak 3 kali karena kangen dengan keluarga.

Sementara itu Suwarno, warga dusun Jeruk desa Sendangagung Kec. Kaliori menuturkan pada hari Kamis, ia bersama dua rekannya sengaja datang ke rumah Kasrin, karena ingin mengobati rasa penasaran. Mendengar cerita Kasrin, Suwarno menanggapinya antara percaya dan tidak. Dirinya mendukung apabila ada upaya MUI agar semuanya menjadi terang benderang.

Saat berada di rumah Kasrin, tamu dari berbagai daerah masih ramai berdatangan. Mendengar pembicaraan tamu yang datang, Suwarno tahu motivasi mereka macam– macam. Ada yang hanya sekedar ingin ketemu, meminta minuman untuk menyembuhkan penyakit, bahkan ada pula warga datang khusus minta dido’akan Kasrin agar tanahnya yang akan dijual cepat laku

Pengakuan itu bikin gempar masyarakat karena secara resmi Kemenag menyatakan bahwa tidak ada nama Kasrin dalam listing jemaah haji Rembang 2016. Artinya dia tidak terdaftar.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaNusron Wahid Melotot, Ustad Yusuf Mansur Menangis
Berita berikutnyaKasus Ahok, Polisi Menyatakan Tidak Berpatokan pada Sikap MUI