Usai Unggah Video Ahok, Pria Ini Justru Kalang Kabut Tatkala Dirinya Dilaporkan ke Polda Metro Jaya


basuki-tjahaja-purnama-dipastikan-pilih-jalur-politik-di-pilgub-mendatang

Masih terakit dengan ucapan Ahok atau Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pada saat menemui warga di Pulau Pramuka beberapa hari lalu, bola panas tetap menghampiri pria yang pernah menjabat sebagai Bupati Belitung Timur tersebut hingga kini.

Banyak orang yang tidak suka Ahok mencoba melakukan analisis sampai dengan ada yang mengunggah potongan video saat Ahok berbicara di hadapan warga dengan mengikutsertakan kutipan ayat Surah Al Maidah ayat 51.

Si pengunggah yang diketahui bernama Buni Yani tersebut dianggap sebagai orang yang pertama kali mengunggah video kontroversi tersebut pada tanggal 6 Oktober 2016 dengan caption “Penistaan terhadap Agama?”

Karenanya, semakin banyak bermunculan orang-orang yang tidak suka Ahok atau yang dulunya masa bodoh ikut berkomentar terkait dengan unggahan video itu.

Oleh karenanya, Komunitas Advokat Muda Ahok-Djarot (Kotak Adja) melaporkan tindakan Buni Yani tersebut ke Polda Metro Jaya pada hari Jumah (7/10/2016) lalu dengan tuduhan melanggar pasal 28 ayat 2 Jo. Pasal 45 Ayat 2 UU 11/2008 tentang ITE.

Pasal tersebut berbunyi, “Setiap orang dengan sengaha dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) bisa dikenakan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.”

Hanya berselang beberapa saat saja setelah laporan pengaduan atas dirinya ke Polda Metro Jaya terkait dengan pengunggahan video itu, Buni Yani melakukan klarifikasi di halaman Facebook pribadinya.

“Ada yang bertanya, apakah saya mengedit video itu? Jawab saya tidak. Saya tidak punya kemampuan editing video, tak punya alatnya, tak ada waktu, dan tak punya kepentingan apa-apa kenapa saya harus mengedit video tersebut. Saya dapat video tersebut dari sebuah akun/situs, lalu menguploadnya seperti apa adanya,” tulis Buni Yani.

Dia pun mengatakan bahwa jika dirinya yang mengedit video berarti memang sudah ada niat jahat karena ingin melakukan fitnah. Akan tetapi dia melakukan itu hanya sekadar uploading saja dan Buni juga menuliskan bahwa dia sudah mengerti hukuman bagi orang yang melakukan hate of speech seperti fitnah yang dituduhkan kepada dirinya.

“Saya mengerti hukuman orang memfitnah. Saya dan mahasiswa sudah khatam membaca UU ITE, Penyiaran dan Pers. Saya tak sebodoh itu ingin masuk penjara. Mudahan ini jadi klarifikasi,” lanjutnya.

Terkait dengan pelaporan dirinya ke Polda Metro Jaya, Buni Yahya siap menghadiri pemanggilan dari pihak berwajib jika nantinya diperlukan. Dia juga meminta bantuan hukum kepada siapa saja yang dapat menolongnya jika harus duduk di kursi pesakitan karena telah melakukan fitnah seperti yang dituduhkan.

“Kawan-kawan, saya dapat kabar akan dilaporkan ke polisi karena upload video dan transkripnya. Kalau ada yang bisa membantu saya dengan bantuan hukum, saya akan sangat berterima kasih. Sebagai warga negara yang baik, saya siap menghadap polisi dan menjelaskan posisi saya sebagai peneliti media dan mantan praktisi media,” katanya.

Selain Buni Yani, Ahok pun sebelumnya sudah dilaporkan ke pihak berwajib. Hanya saja, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menolak laporan tersebut karena tidak mengantongi fatwa dari MUI.

Sehubungan dengan kasus tersebut, Ahok sendiri secara terpisah mengatakan bahwa dia tidak menistakan suatu agama apapun. Oleh karenanya, dia mengunggah video secara full bukan potongan seperti yang diunggah oleh Buni Yani terkait ucapannya itu dan Ahok berharap semua dapat melihat secara jelas apa dan mana bagian yang dianggap menistakan.