Inilah Jurus Anies Baswedan untuk Atasi Kemacetan


aniesUsai ‘blusukan’ mengelilingi permukiman warga di Kampung Magesen, Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, bakal calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan membuka kesempatan dialog dengan warga setempat, Minggu (9/10/2016).

Warga pun terlihat sangat antusias mengikutinya. Salah seorang warga mengeluh ke Bakal calon gubernur yang diusung dari partai Gerindra dan PKS itu mengenai kondisi lalu lintas di Jakarta yang setiap hari macet. Anies menanggapi dengan menjelaskan program yang ia usung bersama Sandiaga Uno.

Lady, warga Kampung Magesen mengatakan dirinya merasa transportasi umum yang ada di Jakarta saat ini belum tersedia dengan jumlah yang memadai. Ia juga mengeluhkan kondisi transportasi umum saat ini kenyamanannya masih kurang.

“Saya mau tanya Pak Anies, solusi Bapak untuk kemacetan Jakarta apa?” tanya Lady, dikutip dari tribunnews.com.

Selain itu, saat Lady mengganti moda transportasi umum lain, yang terjadi adalah macetnya jalanan Jakarta yang tetap saja tidak kunjung usai. Dan kemacetan ini serasa tidak tersentuh meskipun berganti gubernur.

“Saya kerja hampir tiap hari naik transportasi umum Pak. Saya naik busway tapi lama nunggunya. Naik Go-Jek sama Grab juga macet lama,” keluh Ledi, Minggu (9/10/2016), dikutip dari detik.com.

Menjawab keluhan yang disampaikan itu, Anies menjelaskan bahwa volume kendaraan di DKI Jakarta saat ini tergolong tinggi sehingga menimbulkan kemacetan. Setiap tahunnya pertumbuhan pengguna kendaraan pribadi sangat besar.

“Kenapa macet? Jumlah kendaraan di jalanan terlalu banyak dibanding panjang jalan yang nggak sama. Sekarang kalau di gang orang banyak juga Bu. Sekarang tanggung jawab kita mengurangi jumlah kendaraan di jalan supaya enggak terjadi kemacetan,” kata Anies, Minggu (9/10/2016).

Anies lalu menjelaskan akan membuat program transportasi publik yang terjangkau serta nyaman di ibu kota.

“Angkutan umum dibuat berubah. Nyaman, harga terjangkau. Kalau nyaman tapi mahal enggak ada yang naik juga. Kalau murah tapi enggak nyaman, enggak ada yang mau naik juga. Programnya meningkatkan kualitas transportasi,” bebernya.

“Bukan hanya busway tapi angkutan umum lainnya dibuat nyaman disubsidi pemerintah sehingga terjangkau,” tandas Anies di hadapan para warga Kampung Magesen, dikutip dari merdeka.com.

Anies menjelaskan, kemacetan di Jakarta terjadi karena jumlah kendaraan lebih banyak dengan panjang jalan yang dibangun tidak sebanding. volume kendaraan naik, pembangunan jalan protokol kurang Sehingga menyebabkan kemacetan yang terjadi setiap harinya.

Anise menegaskan jumlah kendaraan tersebut harus dikurangi. Lalu bagaimana solusinya? Anies menjawab dengan gotong royong semua pihak

“Sekarang jadi tanggung jawab cara kita adalah mengurangi jumlah kendaraan di jalan. Itu harus dikurangi supaya tidak terjadi kemacetan,” ucapnya.

“Kami membuat orang mau naik angkutan bersama-sama. Angkutan umumnya harus dibuat nyaman dan harganya terjangkau,” kata Anies.

Dia menyebutkan, mahalnya harga transportasi umum tidak akan membuat warga berpindah dari kendaraan pribadi meskipun nyaman, begitu juga sebaliknya.

“Kita harus meningkatkan kualitas kendaraan umum di Jakarta. Bukan hanya busway, tapi angkutan umum lain juga,” tuturnya.

Sebelumnya, pemerintah Daerah DKI Jakarta telah mempunyai program untuk mengatasi kemacetan di Jakarta, di antaranya pengoperasian transjakarta dan ide mengenai monorel pada 2004 di era Gubernur Sutiyoso.

Lalu, jalan layang non-tol Casablanca – Tanah Abang pada 2013 di era Gubernur Joko Widodo dan program pembatasan jumlah penumpang dalam sebuah kendaraan (three in one).

Kemudian, pelarangan sepeda motor di sejumlah ruas jalan di Jakarta pada 2015, serta pembatasan jumlah kendaraan di sejumlah ruas jalan menggunakan sistem genap dan ganjil di era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Selain macet, Anies  juga bertekad menjadikan Jakarta sebagai kota yang berbudaya dan ruang mengekspresikan diri, baik itu kesenian ataupun lainnya. Sehingga kesenian betawi khas jakarta tidak pudar dan tetap dapat dilestarikan

“Karena, tempat ini punya sejarah panjang,” ujarnya.

Ia mengatakan, di kota-kota lain, tempat yang memiliki sejarah panjang itu dikembangkan.

“Bahkan, di Amerika, mereka mencoba membuat sejarah karena enggak punya sejarah. Ini (di Jakarta) malah justru kurang,” sambung dia, dikutip dari kompas.com.

Selain itu, Anies akan fokus pada penyiapan lebih banyak lapangan kerja dan penataan harga-harga kebutuhan pokok.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaSadis! Majikan Seterika Perut Pembantunya Hanya Karena Masalah Sepele
Berita berikutnyaPengawal Jokowi Jadi Korban Ribuan Lebah yang Mengamuk