Ini Janji Sandiaga Uno Tentang Harga Sembako Jika Dirinya Terpilih


sandiagaMasa pra-kampanye seperti saat ini, berbagai janji mulai disebarkan oleh bakal calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta untuk menarik perhatian dari masyarakat. Untuk itu, bakal calon wakil gubernur Sandiaga Uno berjanji akan menjadikan harga sembilan bahan pokok atau sembako stabil jika dirinya dan pasangannya pada pilkada 2017, Anies Baswedan terpilih untuk memimpin DKI Jakarta periode 2017-2022.

“Saya akan pastikan harga bahan pokok itu akan stabil dan tidak fluktuatif, apalagi menjelang Lebaran,” ujar Sandiaga Uno dalam diskusi politik yang diselenggarakan di Menteng, Jakarta, Sabtu (8/10/2016), seperti dikutip dari Antara.

Pengusaha besar berdarah Gorontalo, Sulawesi itu menuturkan, dirinya telah memetakan rantai distribusi pasokan sembako untuk kebutuhan ibu kota.

“Di sini saya melihat, kami bisa melakukan beberapa kerja sama untuk memastikan pasokan bahan baku,” tuturnya.

Pria yang akrab disapa Sandi ini juga memiliki solusi untuk bisa mengatur harga sembako bisa terjangkau. Solusi itu dengan menggunakan koperasi maupun sistem kerja dengan usaha besar.

“Persoalan ini bisa kami selesaikan, kuncinya adalah kemauan,” kata Sandiaga, dikutip dari cnnindonesia.com.

Pendiri Grup Saratoga ini menambahkan, Pemerintah DKI Jakarta ini sebenarnya memiliki kesempatan untuk mengatasi masalah sembako.

Dalam Pilkada DKI Jakarta 2017, ada tiga pasangan yang akan maju sebagai calon gubernur dan wakil gubernur sejak pendaftaran resmi ditutup oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta pada 23 September 2016 lalu.

Bentuk kampanye semacam ini merupakan bentuk ajakan berpikir untuk masyarakat DKI Jakarta supaya berpikir jernih mengenai pasangan calon yang sesuai untuk memimpin DKI Jakarta menjadi lebih baik.

Berbagai janji dari pasangan calon tentunya akan terus berhamburan dan akan semakin menguji masyarakat. Untuk itu masyarakat dihimbau untuk memilih sesuai hati nurani dan tidak hanya sekedar iku-ikut.

Karena suara yang sekedar ikut-ikut nantinya hanya akan menimbulkan tidak sinkron antara pimpinan dan rakyat. Untuk itu, sikap keterbukaan ketika rakyat memilih pemimpin akan sangat menentukan masa depan DKI Jakarta.

Tiga pasangan tersebut antara lain Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Djarot Saiful Hidayat yang diusung oleh PDI Perjuangan, Partai Nasdem, Partai Golkar dan Partai Hanura.

Selanjutnya, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni yang diusung Partai Demokrat, PPP, PKB, dan PAN serta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang diusung Partai Gerindra dan PKS.