Surya Paloh Ancam Lakukan Ini Jika Ahok Terbukti Lecehkan Agama


surya_paloh

Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh menanggapi isu pelecehan agama yang membelit Ahok. Surya Paloh menjelaskan bahwa Gubernur Pertahana DKI Jakarta Basuki Tjahya Purnama atau Ahok tidak bermaksud sama sekali untuk melecehkan agama.

“Menurut saya tidak bermaksud ke arah sana, saya pastikan bukan itu. Kalau Ahok melecehkan, saya panggil dia, saya tendang dia,” ujar Surya usai melantik pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Provinsi Lampung, pada Sabtu (8/10/2016) seperti dikutip tribunnews.com.

Surya Paloh mengungkapkan bahwa Ahok berusaha belajar kemudian mengutip sedikit kemudian mengajak seluruh umat Muslim untuk menjaga toleransi.

Seperti diketahui bahwa sebelumnya Ahok menjadi sorotan atas pernyataannya yang dianggap melecehkan Al Quran dan agama Islam. Pernyataannya direkam dalam bentuk video yang kemudian menyebar luas dan menjadi viral.

Video rekaman pernyataan tersebut kemudian dilaporkan oleh Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah se-Nusantara (Kauman), Ikatan Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (IKA UMSU) se-Jabodetabek, dan Lembaga Advoksi Konsumen Muslim Indonesia (LAKMI) ke Polda Metro Jaya.

Ahok dilaporkan dengan Laporan Polisi Nomor LP/4858/X/2016/PMJ/Dit. Reskrimum dengan dugaan melanggar Pasal 156 ayat a KUHP tentang penistaan agama.

Namun, Komunitas Advokat Muda Ahok – Djarot menemukan adanya indikasi pemotongan video Gubernur Pertahana DKI Jakarta ini. Komunitas Advokat Muda Ahok – Djarot (Kotak Adja) kemudian melaporkan akun facebook ‘Si Buny Yani’ (SBY) terkait pengeditan video tersebut.

Akun Si Buny Yani diduga menjadi pemicu dan dicurigai dengan sengaja menghembuskan isu SARA yang dapat memecah belah. Si Buny Yani dilaporkan dengan Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 UU (Undang – Undang) Nomor 11 Tahun 2018 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Bukan sekali ini saja Ahok tersandung isu SARA baik saat memimpin DKI Jakarta maupun saat pemilu berlangsung. Isu SARA memang membuat suasana demokrasi menjadi memanas. Akibatnya, keadaan bermasyarakat berpotensi terpecah belah.

“Yang kita inginkan adalah demokrasi yang benar-benar sehat,” ujar Guntur Romli, tim pemenangan Basuki Tjahaja Purnama(Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, di Cikini, Jakarta, pada Sabtu (8/10/2016).

Guntur Romli, tim pemenangan Ahok – Djarot mengaku bahwa isu SARA merupakan isu yang mau tak mau harus dihadapi oleh Ahok – Djarot. Oleh sebab itu, tidak mungkin tim pemenangannya memainkan isu ini dengan sengaja jika isu SARA adalah kelemahan mereka.

“SARA itu kelemahan Ahok-Djarot. Enggak mungkin kita sengaja.Kelemahan dalam perang itu, harus dihilangkan. Bukan ditunjukan,” ujarnya.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaInilah 10 Tanda Wanita Sedang Memendam Rasa Suka Pada Pria
Berita berikutnyaIni Janji Sandiaga Uno Tentang Harga Sembako Jika Dirinya Terpilih