Pengunggah Video Potongan Pidato Ahok Tentang Surat Al Maidah Kini Dilaporkan ke Polisi


    ahokKomunitas Advokat Muda Ahok – Djarot (Kotak Adja) secara resmi telah melaporkan akun jejaring sosial facebook SBY (Si Buny Yani) ke Polda Metro Jaya, sore ini, Jumat (7/10/2016).

    Laporan tersebut berisi dugaan penyebaran awal potongan video pernyataan Gubernur Jakarta, Basuki Purnama alias Ahok ketika ia melaksanakan kunjungan kerja di kepulauan seribu. Lantas dianggap oleh publik berisi penghinaan terhadap Al Quran dan Islam di akun facebook SBY tersebut.

    “Akun itu penyebar awal potongan video pernyataan Ahok yang kemudian dianggap publik berisi penghinaan Al Quran dan Islam,” kata Ketua Kotak Adja Muannas Alaidid, dikutip dari merdeka.com.

    Kotak Adja menuding akun SBY tersebut sengaja menimbulkan polemik di masyarakat agar timbul konflik maupun isu sara. Dengan alasan Ahok sedang membutuhkan suara untuk menghadapi pilgub tahun 2017. Mereka melaporkan sebagai kasus ini sebagai tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 28 ayat 2 Jo. Pasal 45 ayat 2 UU 11/2008 Tentang ITE dengan ancaman pidana 6 Tahun Penjara.

    Muannas Alaidid mengatakan dalam keterangan pers, pihaknya menilai persoalan ini harus diselesaikan ke ranah hukum agar polemik tidak berkelanjutan dan dapat ditangani secara profesional oleh kepolisian.

    “Kami melihat adanya pengunggahan video viral di Facebook tidak utuh dan sepotong-potong sehingga menimbulkan multitafsir dan kesalahpahaman,” kata Muannas di Mapolda Metro Jaya, Jumat (07/10/2016). dikutip dari kompas.com

    Muannas mengaku melapor atas inisiatifnya sendiri. Ia juga melihat adanya niat jahat dari pelaku untuk mengadudomba opini dan pandangan masyarakat. Akun Facebook tersebut kini sudah dihapus pemiliknya.

    “Hasil temuan kami ternyata akun ini juga menyebarkan form registrasi salah satu pendukung pasangan calon di Pilkada DKI, yang bersangkutan adalah pendukung salah satu pasangan calon,” ujar Muannas.

    Selain itu, mereka mengatakan pengunggahan video Ahok di facebook tersebut dilakukan dengan tidak utuh. sehingga masyarakat yang mendengarkan akan timbul multi tafsir dan cenderung salahpahaman

    “Diduga kuat itu bermaksud untuk propaganda dan adu domba antar umat sehingga menumbuhkan kebencian,” ujar Ketua Kotak Adja, Muannas Alaidid, dalam keterangan pers, dikutip dari inilah.com.

    Mereka menduga kuat itu bermaksud untuk propaganda dan adu domba antar umat sehingga menumbuhkan kebencian serta memunculkan isu sara. Mengingat isu tersebut sangat sensitif dan kasus ini dianggap sebagai rasa ketidaksukaan terhadap kebijakan pemerintahan Ahok. Kemungkinan dari beberapa masyarakat diduga ingin melemahkan elektabilitas Ahok dalam menghadapi pilgub tahun depan.

    Kotak Adja juga menduga adanya unsur kesengajaan dari akun SBY untuk memotong video Ahok supaya menyulut keresahan dengan mengutip ayat suci al-Qutan, Surat Al – Maidah ayat 51.

    Tidak hanya itu, Kotak Adja juga menemukan aktivitas akun tersebut menyebarkan Formulis Registrasi untuk menjadi pendukung pasangan calon lain gubernur-wakil gubernur di Pilkada DKI. Sehingga penyebaran video kontroversial itu diduga merupakan salah satu upaya black campaign terhadap pasangan Ahok-Djarot.

    Dengan melaporkan kasus ini, para pendukung pasangan calon gubernur DKI Ahok-Djarot berharap kepolisian segera mendalami soal dugaan ada niat jahat dari pelaku penyebaran video dan mencari tahu motif dibalik pengunggahan video tersebut. Tindakan ini dimaksudkan agar sudut pandang masyarakat tidak salah dan mengungkap fakta yang sebenarnya terjadi.