Ahok Kutip Al-Quran, Sodik Mudjahid: Dia Pejabat Munafik


ahokGubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama alias Ahok, dilaporkan ke Kantor Bawaslu di Sunter Agung, Jakarta Utara, Selasa (27/09/2016) terkait dugaan pelecehan kitab suci umat Islam, Al Quran.

Hal tersebut terkait dengan pernyataan Ahok saat berkunjung ke Kepulauan Seribu, seperti dalam video yang diunggah di YouTube pada (26/9/2016) lalu.

Pernyataan itu berisi agar tidak menjadikan surat Al Maidah ayat 51 sebagai alasan untuk memilih dirinya sebagai pemimpin di Jakarta. Lantas hal tersebut menuai banyak kecaman dari berbagai pihak.

Dalam suatu kesempatan Ahok pernah menyatakan, ”Jangan tak pilih saya karena Almaidah 51,” dari republika.co.id

“Dia pejabat munafik, menuduh dan melarang orang menyerang Sara, tapi dia melakukannya. Bahkan dengan cara yang lebih brutal, yakni melecehkan Al Quran,” kata Anggota Komisi VIII DPR, Sodik Mudjahid, Kamis (6/10/2016), dikutip dari batampos.co.id.

Karena itu, Sodik mendesak Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta, untuk menindaklanjuti permasalahan ini. Bagaimanapun juga, pelecehan terhadap Alquran melukai hati umat Islam.

“Panwaslu dan polisi harus melakukan tindakan. Kita selama ini sedang membina kerukunan umat beragama dimulai dengan keteladanan dari pemimpinnya. Tapi yang dilakukan Ahok sebagai gubernur bukan memberi teladan,” tegasnya, dikutip dari jpnn.com.

Sodik mengatakan, apabila ingin meraih suara masyarakat muslim di Jakarta, maka jangan membawa isu sara dalam berkampanye karena dampak negatifnya akan sangat besar.

“Mencari simpatik silakan, tapi dengan cara lain, bukan dengan melecehkan kitab suci umat Islam,” pungkas Sodik.

Dalam video yang diunggah di youtube tersebut, peserta Pilkada DKI Jakarta 2017 itu masih menyinggung soal surat Al Maidah 51.

“Kalau bapak ibu gak bisa pilih saya karena dibohongi dengan surat Al Maidah 51, macem-macem itu. Kalau bapak ibu merasa gak milih neh karena saya takut neraka, dibodohin gitu, ya gak apa-apa,” ujar Ahok.

Pernyataan tersebut membuat beberapa masyarakat marah sehingga muncul  petisi online sebagai bentuk kecaman terhadap Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok yang secara terbuka dimana ia dianggap telah melecehkan kitab suci umat Islam Al-Qur’an.

Ada 3 tuntutan dari petisi online tersebut, antara lain:

  1. Menuntut permintaan maaf secara resmi dan penyesalan kepada Gubernur DKI Jakarta Ahok atas ucapan pelecehan surat almaidah tersebut. Dan menghimbau agar tidak lagi membawa ayat suci Al Qur’an dengan tafsirannya sendiri, dimana tafsirannya dapat menimbulkan keresahan dikalangan umat islam, dalam berpolitik,.
  2. Meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar melakukan langkah serius untuk memperingatkan Gubernur DKI Jakarta atas perbuatannya agar hal serupa tidak terulang kembali.
  3. Meminta Menteri Agama Drs. Lukman Hakim Saifuddin memberikan teguran keras kepada Gubernur DKI Jakarta agar tidak lagi memicu keresahan umat beragama dan memunculkan isu SARA.

Petisi yang di pelopori oleh Irfan Noviandana ini mendapat dukungan dari ribuan netizen. Hingga berita ini di publikasikan, sudah lebih 5000 netizen menandatangi petisi dengan alamat url :

https://www.change.org/p/basuki-tjahaja-purnama-ahok-jangan-lecehkan-ayat-al-qur-an.

Surat Al Maidah ayat 51 berbunyi yang artinya :

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”