Anda Tahu Foto Upacara Yang Kini Viral di Medsos Ini? Mengejutkan, Ternyata Seperti Begini Kebenarannya


bf70126f352cf537a60db96c25f0541e86886698264066_3026381179916275321_n

Sebuah foto yang menunjukkan suasana upacara bendera tengah berlangsung di tengah banjir di sebuah sekolah dasar di wilayah perbatasan, yaitu Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara,  kini menjadi viral di media sosial Facebook.

Tampak dalam foto tersebut, sejumlah siswa SDN 018 sedang melaksanakan upacara bendera di halaman sekolah yang terendam banjir hingga setinggi lutut.

Upacara bendera di SDN 018 Labin Kecamatan Sembakung, luar biasa jiwa nasionalismemu nak,” tulis pemilik akun FB Jahari Po.

Tercatat hingga Minggu (02/10/2016) pagi, foto yang diunggah pada Sabtu 30 September pukul 23.34 Wita tersebut telah dibagikan sebanyak 5.813 kali, disukai 2.400 pemilik akun, dan dikomentari oleh 33 pengguna Facebook.

Sejumlah warga mengomentari positif posting-an Jahari Po, sebagian kagum dengan semangat siswa SD tersebut, dan sebagian pengguna media sosial merasa miris melihat fasilitas sekolah di wilayah perbatasan RI tersebut.

Kalau di kota pemerintah dah kasih libur tu bung Jahari Po, kasihan sekali n sangat miris banget, hanya mengandalkan nasionalisme dan kecintaan terhadap NKRI,” tulis pemilik akun Robert Atim.

Pemilik akun Daud Bauk mengaku miris melihat foto anak anak tersebut. Dalam komentarnya, dia menulis betapa minimnya fasilitas yang diberikan negara kepada sekolah di wilayah perbatasan tersebut.

Nasib orang kecil. Fasilitas yang diberikan oleh negara apa adanya, orang susah berjuang sendiri untuk mencerdaskan anak bangsa sementara para pejabat sibuk dengan urusan korupsi, berjuang untuk anak istri mereka. Miris memang melihat nasib anak anak ini, tapi siapa yang peduli,” tulisnya.

Sementara itu dilansir dari Kompas, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan Kecamatan Sembakung Jamal mengaku memang sekolah SD 018 Labion  berada di daerah pasang surut dan sering tergenang air.

0713381foto-upacara-banjir780x390

Namun secara mengejutkan, dia membantah siswa telah melaksanakan upacara di tengah situasi banjir seperti yang tampak dalam foto tersebut.

Dia menuturkan, upacara Hari Kesaktian Pancasila yang dilaksanakan  pada hari Sabtu dilakukan di lapangan yang tidak tergenang air, bahkan ada panggung yang disiapkan pihak sekolah sebagai antisipasi genangan.

“Itu bukan upacara hari ini. Itu  gambar lima bulan lalu. Pak RT yang suruh, buat minta bantuan ke perusahaan,”tegasnya,

Jamal menambahkan, upacara di dalam foto yang diunggah Jahari Po dilaksanakan di lapangan voli yang memang sering tergenang air. Dia mengaku akan mencari tahu maksud dan tujuan dari diunggahnya foto tersebut disertai keterangan yang tidak benar.

“Yang jelas kami upacara ada tempatnya, itu kan lapangan voli itu yang tergenang, tida pernah upacara di situ,” tuturnya.

Jahari Po selaku pengunggah foto tersebut belum bisa dihubungi oleh pewarta Kompas.

  http://credit-n.ru/zaymyi-next.html


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaSudah Sukarela Bikin 61 Jembatan di Indonesia, Pria Swiss Ini Malah Terancam Denda Ratusan Juta
Berita berikutnyaTim Sukses Anies-Sandi: Ahok Sudah Enggak Laku