Tim Sukses Anies-Sandi: Ahok Sudah Enggak Laku


aniesElektabilitas dari pasangan calon Gubernur Anies Baswedan – Sandiaga Uno terus mengejar posisi pasangan Ahok-Djarot. Pimpinan Lembaga Survei Indonesia (LSI), Denny JA mengatakan, dari hasil survei yang dilakukan memperlihatkan ada penurunan elektabilitas dari calon petahana, Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok).

Hal ini terjadi meskipun pasangan Ahok-Djarot masih memimpin perolehan suara survei. Sama halnya dengan survei yang dilakukan tim sukses kandidat Anies – Sandiaga, yang menunjukkan bahwa warga Jakarta tidak menghendaki Ahok untuk memimpin jakarta kembali.

“Saya dari dulu udah bilang, bahwa Ahok itu udah enggak laku di Jakarta. Tren elektabilitas Ahok memang terus turun. Ini berarti apa? Ahok memang sudah tak diinginkan lagi. Dia kan hanya mengandalkan program yang akan dilanjutkan, sementara program dia banyak yang enggak berhasil,” kata Sekretaris Tim Pemenangan Anies-Sandi, Syarif, saat berbincang, Selasa (4/10/2016), dikutip dari detik.com.

Syarif mengatakan, elektabilitas calon gubernur dan wakil gubernur Anies-Sandiaga akan bisa merangkak naik dalam beberapa waktu ke depan. Tim sukses akan merancang beberapa strategi dan program baru yang bisa menarik perhatian dan dapat dirasakan secara langsung manfaatnya oleh warga DKI Jakarta.

“Kita kan menawarkan gagasan. Kalau kita mau membangun, kita bisa membangun dengan cara yang berbeda dengan Ahok. Tentu dengan cara komunikasi yang lebih baik dan sebagainya,” ungkapnya.

Dalam survei tersebut, LSI memperlihatkan prediksi pemilihan gubernur yang diselenggarakan pada tahun 2017 akan berjalan dua putaran. Namun Syarif tidak berpendapat demikian, ia justru optimis bahwa Ahok akan kalah dengan hanya satu putaran pemilihan saja.

“Kalau memang Ahok tidak menunjukkan sesuatu perbaikan, artinya dia masih seperti itu, justru kita optimistis bisa menang satu putaran. Tentu dengan cara berusaha menarik pemilih dari grassroot ya,” ujarnya.

Syarif mengatakan, ia terus merancang strategi untuk mengalahkan lawan dari pasangan Anies – sandiaga. Meskipun dianggapnya Ahok memiliki elektabilitas dibawah Anies, namun ia tetap waspada dengan strategi yang akan dilakukan koalisi dari calon petahana tersebut.

“Jadi saya tidak sepenuhnya senang ya dengan hasil survei ini, tetapi kita tidak menjadikan ini sebagai satu-satunya pedoman. Tapi dari hasil ini bisa menjadi cambuk untuk kita agar bekerja lebih keras untuk memenangkan Anies-Sandi,” imbuhnya.

Dari hasil survei LSI tersebut menunjukkan dari 3 pasangan kandidat, pasangan Ahok-Djarot memuncaki peringkat dengan elektabilitas 31,4 persen. Peringkat kedua diisi oleh Anies-Sandiaga dengan elektabilitas 21,1 persen. Sementara di posisi ketiga ada Agus-Sylviana dengan elektabilitas 19,3 persen. Dan responden yang belum menentukan pilihan sebesar 28,2 persen.

“Dari pemilih belum tetap masih ada 28,2 persen. Jika kita distribusikan ke ketiga calon, tidak mencapai 50 persen. Siapapun calon yang ada saat ini berpotensi dua putaran,” ujar peneliti LSI, Adjie Alfaraby, dikutip dari timesindonesia.com

Survei tersebut menggunakan metode multistage random sampling dengan 440 sampel responden yang tersebar di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu pada 28 September-2 Oktober 2016.
Survei dilakukan dengan metode wawancara tatap muka secara langsung. Margin of error plus minus 4,8 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

Survei tesebut dilengkapi dengan kualitatif riset seperti FGD (Focus Group Discussion), analisis media, dan wawancara secara mendalam.

“Dari pemilih belum tetap masih ada 28,2 persen. Jika kita distribusikan ke ketiga calon, tidak mencapai 50 persen. Siapapun calon yang ada saat ini berpotensi dua putaran,” ujar peneliti LSI Adjie Alfaraby dalam konferensi pers hasil temuan dan analisis survei nasional Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA ‘Ahok Potensial Kalah?’ di Graha Dua Rajawali